Oktober 21, 2020

106 Ekor Burung Langka dari Papua Dimasukkan ke Paralon untuk Diselundupkan ke Jakarta, 16 Mati

Kabarmandala.c0m – Guna mengelabui petugas, dua pelaku penyelundupan beragam jenis burung langka nan dilindungi nekat memasukkannya ke pipa paralon.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Jatim AKBP Darman menjelaskan, pipa paralon itu telah dimodifikasi sedemikian rupa oleh dua pelaku berinisial P dan E. Ratusan burung dilindungi itu diduga akan diselundupkan ke Jakarta.

Saat diamankan di Ditpolair Polda Jatim pada Rabu (6/2/2019) siang, ada tujuh jenis burung yang disita, antara lain delapan ekor Merpati Hutan, sembilan ekor Betet, delapan ekor burung Nuri Bayan, seekor Kakaktua Alba, delapan ekor Nuri Hitam, 22 ekor Perkici Pelangi, dan 50 ekor Perkici Tanimbar.

“Disimpan di dalam pipa paralon yang dimodifikasi,” ujar Darman kepada awak media, Selasa (6/2/2019). Darman menambahkan, kedua pelaku berencana akan melakukan perjalanan panjang guna mengirim sejumlah unggas dilindungi itu.

Ia menyebutkan, perjalanan yang akan ditempuh dua pelaku dari Papua ke Jakarta. Perlu diketahui, perjalanan itu hendak memakan waktu sekitar satu minggu lebih. Akibatnya, dari 106 burung, 16 ekor di antaranya mati. Hal tersebut dibenarkan Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Jatim, AKBP Darman.

Dia menjelaskan, selain mengamankan satwa langka itu, tim gabungan juga membekuk dua pelaku penyelundupan berinisial P, warga Nganjuk, Jatim, dan E, warga Sidoarjo, Jatim. Darman mengungkapkan, untuk cara penjualannya, kedua pelaku menawarkannya melalui media sosial.

“Dijual para pelaku melalui Facebook,” tutur Darman, Rabu (6/2/2019). Darman mengimbuhkan, untuk harga yang dibandrol pun cukup murah. Kedua pelaku menjajakannya dengan kisaran harga mulai ratusan ribu rupiah sampai jutaan rupiah saja. Dua pelaku dikenakan pasal 21 ayat 2 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.