Oktober 21, 2020

5 Perbatasan Negara Paling Berbahaya di Dunia. Rawan Konflik & Perang!

kabarmandala.com — Konon, perbatasan negara adalah salah satu sumber konflik antar negara terbesar yang ada di dunia ini. Fakta atau bukan? Perbatasan yang menjadi titik temu dua negara bertetangga, seharusnya menjadi sebuah ruang yang steril dari konflik. Sayangnya, prinsip tersebut tak bisa benar-benar berlaku di dunia nyata.

Konflik terbesar justru terjadi antara negara-negara yang bertetangga, yang berbagi wilayah, dan berbagi kehidupan. Tengok dua bersaudara Korea Utara dan Korea Selatan sebagai contoh. Konflik antara kedua negara tersebut merata dari hulu ke hilir dan meruncing hingga ke wilayah perbatasan. Itu adalah satu dari sejumlah fakta yang terjadi di dunia ini.

Selain perbatasan Korea, berikut ini sejumlah perbatasan negara lainnya yang dinilai paling berbahaya karena rawan konflik dan perang.

5 Perbatasan Negara Paling Berbahaya di Dunia

1. Perbatasan Korea Utara-Korea Selatan

Perbatasan negara Korea Utara dan Korea Selatan dianggap sebagai kawasan perbatasan paling berbahaya di dunia. Selama ini, kedua negara berkerabat tersebut selalu terlibat sengketa yang menghasilkan ketegangan di dunia internasional. Sengketa bermula tepat setelah Perang Korea berakhir pada 1953. Hingga kini, kawasan perbatasan sepanjang 257 km tersebut dijaga ketat oleh tentara dari kedua negara. Kawasan bernama Zona Demiliterisasi Korea ini juga dipagari kawat berduri, dipasangi ranjau, serta kendaraan tempur dengan perlengkapan penuh. Hingga kini, ketegangan antar kedua negara masih tak juga surut, terutama di kawasan Zona Demiliterisasi Korea.

2. Perbatasan India-China

Perbatasan negara yang tak kalah berbahayanya juga terdapat di perbatasan antara India dan China. Sengketa panas antara dua negara berpenduduk terbanyak di dunia ini merentang di area perbatasan sepanjang 4.023 km. Namun, sumber persengketaannya adalah sebuah area seluas 54 km persegi yang bernama Dataran Dolam. Konon, area sempit tersebut mencakup sebagian wilayah India yang cukup penting dan dikenal sebagai Koridor Siliguri. Dataran ini menjadi penghubung antara India dengan daerah terpencil di wilayah timur negara tersebut. Sayangnya, ketegangan semakin meningkat karena tentara China mulai beroperasi di kawasan rawan konflik tersebut.

3. Perbatasan Rusia-Finlandia

Rusia dikenal memiliki sejarah konflik yang panjang terutama dengan wilayah-wilayah di sekitar perbatasan negara ini.Salah satu konflik yang paling mencolok adalah konflik di perbatasan antara Rusia dan Finlandia.Dikabarkan, perselisihan di perbatasan seluas 1.340 km ini telah berlangsung sejak abad ke-14. Untuk mengantisipasi tindakan sewenang-wenang Rusia, pemerintah Finlandia pun meningkatkan pasukan militer mereka di wilayah perbatasan. Apalagi setelah adanya kasus pencaplokan Semenanjung Crimea yang dilakukan oleh Rusia. Hingga kini, kedua sisi perbatasan dijaga oleh zona perbatasan yang ketat yang memerlukan izin bagi siapapun yang hendak melewatinya.

4. Perbatasan Israel-Palestina (Jalur Gaza)

Konflik antara Israel dan Palestina juga sudah terjadi cukup lama dan kedua negara masih terus bersitegang hingga saat ini.Jalur Gaza adalah perbatasan negara Israel dan Palestina yang dikenal sangat berbahaya, paling brutal, dan paling rawan konflik. Israel yang merasa terancam dengan pasukan militan Hamas pun meningkatkan keamanannya termasuk membangun penghalang beton di perbatasan. Di wilayah perbatasan pun Israel memperketat pengamanan dengan peralatan tempur darat dan juga Iron Dome di udara. Akibat ketegangan ini, jalur Gaza tak ubahnya seperti zona perang dengan kawasan yang hancur di sana-sini dan kondisi penduduk yang memprihatinkan.

5. Perbatasan Kongo-Angola

Perbatasan antara Kongo dan Angola yang membentang sepanjang 2.510 km ini adalah salah satu perbatasan negara paling berbahaya di Afrika. Ancaman bahaya semakin meningkat setelah kedua negara yang awalnya bersekutu ini terlibat dalam sengketa pada 2009. Persengketaan meliputi demarkasi perbatasan, kepemilikan kilang minyak lepas pantai, dan juga kedekatan Kongo dengan Rwanda dan Uganda. Kini, perbatasan kedua negara ini menjadi konflik di mana korban utamanya adalah wanita. Dikabarkan, banyak wanita yang melintasi perbatasan tersebut menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan tentara dari kedua negara.