Desember 4, 2020

5 Poin Deklarasi P5 Provinsi Papua di Hari Sumpah Pemuda

Kabarandala.com – Pada hari ini tanggal 28 Oktober 2020, merupakan salah satu tanggal bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Dimana pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia bersatu untuk membuat keputusan. Keputusan itu saat ini diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Tepat pada hari Sumpah Pemuda ini, Organisasi Masyarakat (Ormas) Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) dideklarasikan di Pendopo Adat Ondofolo Ondikeleuw Haleufoiteuw Helle Wabhouw Kampung Sereh, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Rabu, (28/10/2020).

Pernyataan Deklarasi P5 dibacakan Yanto Eluay selaku Ketua Putra-Putri Pejuang Pepera Papua yang juga merupakan putra dari mendiang ketua Presidium Dewan Papua, Alm. Theys Hiyo Eluay.

Berikut ini, isi deklarasi P5 yang dibacakan YAnto Eluay dan disaksikan oleh Brigjen TNI Isak Pangemanan (Danrem 172/PWY), Mathius Awoitouw SE, M.Si (Bupati Jayapura), Yonas Nussy (Sekjen Barisan Merah Provinsi Papua), Frits Arebo (Ketua umum Pemuda Papua) dan Agus Rawa Kogoya (Ketua Lapago Provinsi Papua) dan sejumlah Pimpinan Ormas di Papua.

“Kami Putra-Putri Pejuang Pepera yang adalah anak cucu dari pelaku sejarah Pepera Tahun 1969 membentuk Himpunan Organisasi dengan nama Presidum Putra-Putri Pejuang Pepera Prov. Papua, sebagai wadah untuk memberi diri dan berbakti terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mempersatukan kembali semangat perjuangan para pendahulu demi Kesatuan Negara Republik Indonesia. Kami siap memperjuangkan dan berkomitmen untuk :

1. Terus berjuang sebagai amanah suci dalam menjalankan nilai-nilai keputusan PEPERA sebagai tumpah darah para pendahulu.

2. Mengawal pembangunan di tanah Papua dengan semangat PEPERA dalam bingkai NKRI.

3. Sebagai putra-putri Papua, mengawal NKRI demi mencegah pihak-pihak yang tidak mengetahui sejarah yang akan memecah bangsa dan negara.

4. Memelihara semangat di antara kami serta memberikan berkat kepada putra-putri Papua yang tidak mengetahui sejarah untuk membuka hati dengan kesucian roh Kudus dalam menghormati tumpah darah pejuang PEPERA dalam wadah NKRI.

5. Bersatu memperat pelukan di antara kami serta masyarakat di Tanah Papua agar dunia mengetahui masyarakat Papua tidak pernah mengkhianati sejarah.
Demikian ikrar kami. Semoga Bapa Tuhan Allah di sorga menyertai langkah kami dan memutus rantai kebencian. Atas berkat Rahmat Roh Kudus sucikan hati kami untuk mencapai kemakmuran di negeri kami. Amin…”

Pada kesempatan ini, Yanto Eluay juga menuturkan bahwa P5 didirikan dengan tujuan utamanya adalah untuk turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).