Agustus 3, 2021

8 Dari 10 Senjata SS1 Yang Dirampas Saat Aksi Ricuh Deiyai Telah Dikembalikan

kabarmandala.com — Aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh 28 Agustus lalu di Deiyai selain menyebabkan 3 orang meninggal baik dari TNI maupun warga sipil, juga mengakibatkan sejumlah pucuk senjata milik TNI dirampas warga. Dalam aksi tersebut, massa berhasil merampas 10 pucuk senjata Satgaster jenis SS1 V2. Menanggapi aksi tersebut, telah diadakan rapat di kediaman Bupati Deiyai, Ateng Edowai, pada hari ini (30/08).

Rapat ini dihadiri Bupati, Danrem 173/PVB Biak, Brigjen TNI Burhan, Wakil Bupati Deiyai, Dandim Paniai, Kapolres Paniai, Ketua DPRD Deiyai, Sekda Deiyai, Kasi Ops Korem 173 PVB, Danyon 753, Danramil Waghete, Kasat Pol PP Deiyai dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat di Deiyai.

Rapat yang dimulai pukul 09.50 Wit ini diawali penyampaian Bupati Deiyai terkait situasi di kabupaten Deiyai pasca aksi ricuh 28 Agustus lalu. Bupati Ateng Edowai mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan yang telah bekerja keras mengamankan situasi di Deiyai.

Sementara 2 pucuk senjata yang belum kembali akan terus diupayakan untuk bisa didapatkan kembali. Jika semua telah terkumpul maka akan dilakukan penyerahan dari pemkab Deiyai kepada Danrem 173. Kepada warga Deiyai yang sedang mengungsi, Bupati berharap agar bisa kembali ke rumah mereka masing-masing dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Di tempat yang sama, Danrem 173, Brigjen TNI BurhanĀ  mengapresiasi Bupati dan jajaran Pemkab Deiyai serta seluruh pihak yang telah berupaya untuk mendapatkan kembali senjata yang dirampas. Lanjut Danrem, pihaknya mengapresiasi segala bentuk aksi demonstrasi selama mengikuti aturan yang berlaku serta tidak anarkis.