Desember 3, 2020

Ada oknum dibalik semua aksi brutal KKSB OPM

kabarmandala.com — Terungkap sejumlah fakta tak terduga tentang kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua. KKB Papua ternyata bukanlah aksi spontanitas melainkan sudah dipersiapkan dan dikendalikan oleh sekelompok orang. Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Menurut Paulus, sekelompok orang inilah yang menciptakan konflik antara KKB Papua dan aparat penegak hukum.

Di samping itu, Paulus juga mengapresiasi keberhasilan pasukan gabungan TNI-Polri menangkap pemasok sembako untuk KKSB Papua. Berikut rangkuman fakta lengkapnya :

1. Polisi buru si ‘pengendali perang’

Paulus Waterpauw mengatakan, polisi akan fokus mengejar tokoh yang menciptakan konflik antara KKB Papua dan aparat penegak hukum. Paulus menyebut aksi KKB Papua tidak dilakukan secara spontan, tapi dipersiapkan sekelompok orang. “Mereka inilah yang kita kenal sebagai wainemung, pengendali perang itu, jadi ketika ini belum tertangkap kami akan terus kejar mereka,” kata Paulus di Jayapura, Kamis (9/4/2020).

2. Diawali dari upacara adat

Menurut Paulus, pergerakan KKB Papua diawali dengan upacara adat yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Dalam upacara itu, para pengendali perang dan anggota KKB membuat komitmen. “Kami akan cari aktornya karena pasti sebelum lakukan perang mereka harus kasih makan dulu, istilahnya buat adat bakar batu yang merupakan sebuah komitmen, sebuah janji dari keluarganya, saudara-saudaranya yang mau membantu,” kata Paulus.

3. Apresiasi kinerja aparat

Kapolda Papua itu juga mengapresiasi kinerja bawahannya yang berhasil memutus suplai bahan makanan dan amunisi buat KKB Papua. “Ini tidak gampang dan mereka mampu berkoordinasi, sinergi dan bisa berjalan bersama, saya pikir lama atau cepat kita bisa ungkap hal ini,” kata dia.

4. Pemasok Sembako untuk KKB Papua Ditangkap

Sebelumnya, pasukan gabungan TNI-Polri berhasil meringkus sejumlah warga yang menjadi pemasok sembako untuk KKB Papua. Para pemasok sembako untuk KKB Papua ini berjumlah 6 orang, dan sudah diamankan aparat Kepolisian Resor Mimika, Papua, pada Selasa (7/4/2020). Enam orang tersebut adalah warga kota Timika berinisial YW, RM, EN, NM, EM, dan IM. Tak hanya memasok sembako, salah satu diantara mereka juga pernah menyelundupkan amunisi untuk KKSB Papua.

Berikut kronologi lengkapnya :

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan, keenam warga itu diamankan saat aparat gabungan melakukan razia di perempatan Jalan Kuala Kencana-Mayon atau perempatan Polsek Kuala Kencana. Razia dengan sasaran senjata tajam, dan barang berbahaya lainnya itu dalam rangka menciptakan situasi keamanan di Kabupaten Mimika tetap kondusif.

Namun, saat razia berlangsung, polisi mencurigai sebuah kendaraan yang berpenumpang enam orang dengan mengangkut bahan makanan tujuan Distrik Iwaka. “Dari hasil interogasi awal di Polsek Kuala Kencana dicurigai bahan makanan yang dibawa tersebut akan disalurkan kepada KKSB Papua.”

Oleh karena itu, keenam orang tersebut dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan,” kata Era, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2020). Berdasarkan hasil interogasi polisi, diketahui mereka berenam akan mengantarkan sembako itu ke KKB Papua kelompok Hengky Wamang. Hengky Wamang telah meminta saudara perempuannya untuk membeli sembako di pasar lama Jalan Bhayangkara Timika. Sembako tersebut kemudian nantinya diantar ke sebuah jembatan tempat galian C, dan akan diambil pasukan utusan Hengky Wamang.

Menurut Era, dari keterangan salah satu yang diamankan bahwa apa yang dilakukan ini bukan kali pertama. Tak hanya bahan makanan (bama), namun amunisi juga pernah diantar ke kelompok Hengky Wamang, pada tahun 2016-2017. Era pun memastikan akan mengusut tuntas sumber amunisi tersebut.

“Dari salah satu yang diamankan mengakui bahwa dirinya telah beberapa kali mengirim bama dan amunisi untuk Hengky wamang. Amunisi kurang lebih 35 butir dari tahun 2016 sampai dengan 2017,” ujar Era. Era menambahkan, dari hasil penyelidikan, pihaknya juga sudah mengantongi sejumlah nama yang mendukung kegiatan KKB Papua di wilayah Mimika.

“Kami sudah mengantongi beberapa nama yang dicurigai melakukan kegiatan mendukung KBB Papua Kali Kopi dan Tembagapura, dengan menyuplai bama, uang dan amunisi.” “Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum tersebut jika masih mendukung KKB Papua,” kata Era.