Mei 16, 2021

Aksi protes karena rasisme terhadap mahasiswa Papua di tiga kota

kabarmandala.com — Masyarakat Papua menyemut di jalan protokol di Kota Jayapura pada Senin (19/08). Ribuan masyarakat, mahasiswa, dan pemuda ini turun jalan sebagai bentuk protes terhadap aksi persekusi, rasisme dan intimidasi kepada mahasiswa Papua di Kota Malang dan Surabaya, Jawa Timur, serta Kota Semarang, Jawa Tengah oleh ormas dan aparat keamanan di wilayah itu sejak 15-18 Agustus 2019.

Massa berkumpul di sejumlah lokasi sebelum bersama-sama menuju kantor gubernur Papua. Lokasi yang dijadikan titik kumpul di antaranya Ekspo Waena dan Gapura Uncen Perumanas III Waena, Distrik Heram, di sekitar Lingkaran Abepura, dan Taman Imbi di tengah Kota Jayapura. Massa yang berkumpul di wilayah Ekspo  bergabung dengan massa lain di Gapura Uncen Perumanas III dan Lingkaran Abepura bersama-sama berjalan kaki dan menggunakan kendaraan roda dua roda empat menuju ke tengah Kota Jayapura yang jaraknya sekitar 20 kilometer.

Sementara massa yang berada di Taman Imbi menunggu massa yang berasal dari wilayah Abepura dan Waena untuk bersama menuju kantor gubernur Papua di Jalan Soa Siu, Dok II, Kota Jayapura. “Ini sebagai bentuk protes dan dukungan moril kami kepada saudara-saudara kami mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang yang diperlakukan tidak manusiawi dan diteriaki dengan kata-kata rasisme,” kata salah satu massa yang berada di titik kumpul Taman Imbi, Alfred Ukago.

Menurutnya, apa yang dirasakan mahasiswa Papua di tiga kota tersebut, juga dirasakan seluruh orang Papua. Di tengah-tengah massa yang ada di Taman Imbi, Kota Jayapura terlihat seorang anggota DPRD Kota Jayapura, Otniel Deda. Ia berbaur bersama massa menolak intimidasi dan rasis terhadap mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang. “Sebagai orang Papua, yang duduk di DPRD Kota Jayapura dan dipilih rakyat, saya hari ini ada bersama-sama rakyat,” kata Otniel Deda.