Oktober 26, 2020

AMKI Sesalkan Upaya Kriminalisasi Direktur RSUD Jayapura Aloysius Giyai

kabarmandala.com — Angkatan Muda Kemah Injil (AMKI) di Tanah Papua menyebut kasus hukum yang menyeret Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai merupakan bentuk kriminalisasi. Ketua Umum Angkatan Muda Kemah Injil (AMKI) di Tanah Papua Nason Utty mengatakan, kuat dugaan kasus yang dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan tersebut punya motif mendiskreditkan Alo (sapaan Aloysius Giyai).

Alo yang mereka kenal baik adalah seorang tokoh yang justru punya kontribusi besar dalam pembangunan kesehatan di tanah Papua. “Kami tentu sangat menyayangkan kasus ini yang jelas-jelas menurut informasi yang kami himpun sangat sumir karena diduga ada motif lain untuk melakukan kriminalisasi terhadap Dokter Alo,” kata Nason Utty dalam keterangannya  di Jakarta, Minggu (9/2).

Nason menjelaskan kuatnya dugaan kriminalisasi dalam kasus ini karena sampai saat ini apa yang disampaikan oleh pelapor tidak jelas dan tidak didukung bukti-bukti yang jelas. “Yang justru kelihatan adalah upaya membangun opini seolah-olah ada peristiwa seperti yang dituduhkan. Ini harus dihentikan,” tegasnya. Nason juga menyebut bahwa antara pelapor dan terlapor punya hubungan kekerabatan yang sudah terjalin selama kurang lebih 20 tahun.

“Mereka tinggal satu kompleks di Jayapura, satu komunitas Gereja juga, dokter Alo juga sering bantu keluarga ini sudah seperti saudara sendiri. Dan anak yang diduga korban sudah seperti cucu sendiri. Kelihatan sekali ada upaya untuk membunuh karakter Dokter Alo,” terang Nason.

Bagi orang Papua, jelas Nason, figur Alo adalah sosok pembaharu terutama di sektor kesehatan. Beliau adalah peletak dasar pradaban pembangunan di bidang kesehatan Provinsi Papua selama kurang lebih 15 tahun.

“Semua orang Papua tau bagaimana kiprah dia dalam memajukan kesehatan di Papua. Ada berapa rumah sakit yang dibangun, fasilitas kesehatan yang memadai dan sekarang saat beliau sedang berusaha memperbaiki fasilitas rumah sakit Dok 2 Jayapura, tiba-tiba ada isu ini. Ada apa ini sebenarnya?” tanya anggota DPR Provinsi Papua tersebut.

Nason atas nama AMKI mrnganggap sosok Alo harus diselamatkan, sehingga tidak terjebak dalam upaya orang-orang tertentu yang punya motivasi lain untuk melakukan pembunuhan karakter. “Maka itu kami tegaskan untuk hentikan cara-cara tidak etis yang membunuh karakter, harga diri dan karier massa depan orang dengan isu atau opini yang sesat seperti ini. Saatnya kita kedepankan semangat kekeluargaan untuk selesaikan soal ini,” tegas Nason.

AMKI kata Nason, melihat kasus ini adalah murni kriminalisasi dan karena itu segera dihentikan. Bahkan jauh lebih baik jika kedua belah pihak duduk bersama dan menyelesaikannya secara kekeluargaan.