Desember 1, 2020

Anak Suku Babrongko Dan Adat Tabi Bicara, Papua Tidak Akan Lepas Dari NKRI

kabarmandala.com — Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bersyukur mayoritas masyarakat Papua sudah tak lagi menginginkan merdeka. Ini terbukti dengan adanya insiden pembakaran bendera bintang kejora. “Soal pembakarannya saya lihat tadi, di televisi. Ini anugrah buat kita semua. Kondisi di sana sudah kebalik. Kalau dulu merah putih, sekarang bendera bintang kejora yang dibakar,” kata Ryamizard saat memberi sambutan di acara Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI) ke-18 di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu memastikan, Papua tidak akan pernah lepas dari Indonesia. Persatuan dan keamanan negeri Cenderawasih akan selalu tejaga dengan baik semenjak dirinya diangkat jadi anak suku Babrongko, dan adat Tabi yang merupakan salah satu suku terbesar di Papua. “Saya juga ingin, setelah saya diangkat jadi anak suku adat, semoga Papua ke depan akan semakin baik,” ujarnya.

Menhan lantas berharap, acara MBBI ke-18 yang mengangkat tema “Living Harmony In Diversity” serta mengangkat budaya Provinsi Papua, dijadikan sarana oleh seluruh peserta untuk semakin memperteguh komitmen dalam menjaga persatuan dan saling memperkenalkan budaya asal negara masing-masing.

”Kegiatan seperti ini tentunya diharapkan mampu menciptakan persahabatan yang erat di antara peserta didik, sehingga tumbuh terjalinnya kebersamaan dan saling percaya satu sama lain melalui pendekatan bahasa dan budaya”, harap Menhan.

Dalam konteks pertahanan, menurut Ryamizard, MBBI adalah momentum untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat sehingga dapat membawa dampak positif dalam menumbuhkan dan meningkatkan Confidence Building Measures (CBM). Suatu kerja sama yang dilandasi dengan adanya saling percaya satu sama lain yang pada gilirannya akan memberikan dampak pada penanganan permasalahan pertahanan yang menjadi perhatian bersama.

Terkait dengan hal tersebut, Kemhan selalu berupaya untuk memelihara, meningkatkan dan mempererat kerjasama bidang pertahanan dengan negara-negara sahabat. Untuk melaksanakan kerjasama tersebut, dibutuhkan sarana komunikasi yakni bahasa yang dapat dimengerti oleh semua pihak. Hal ini penting dalam mempermudah komunikasi, diplomasi, dan negosiasi dengan negara-negara sahabat.

Kegiatan Malam Bahasa dan Budaya Internasional Tahun 2019 kali ini diikuti kurang lebih 180 Siswa Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan yang terdiri dari siswa lokal dan siswa dari negara – negara sahabat. Adapun negara sahabat yang turut berpartisipasi sebanyak 12 negara terdiri dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Korea, Prancis, Saudi Arabia, Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia dan Pakistan.