Desember 5, 2020

Aparat TNI Polri beri layanan kesehatan ke warga, pasca KKSB OPM lakukan pelanggaran HAM di Sugapa Intan Jaya

kabarmandala.com — KKSB OPM memperpanjang daftar angka Pelanggaran HAM yaitu kekerasan terhadap warga sipil yang akhirnya meninggal dan menambah kebencian masyarakat terhadap KKSB OPM. Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB OPM) lagi-lagi menebar teror. Mereka kali ini dengan brutal menyerang dengan menembaki warga lokal di sekitar Kampung Gulanggama dan Japaro Komplek, Kabupaten Intan Jaya pada Selasa (18/2).

Pasca penyerangan secara brutal kepada warga KKSB OPM tidak bertanggung jawab dengan melarikan diri kehutan, Aparat TNI-Polri melakukan pelayanan kesehatan dan mengevakuasi warga korban penembakan KKSB OPM. Korban yang selamat 1 warga sipil anak perempuan bernama Kinas Sani berhasil di evakuasi ke Rumah Sakit Timika untuk diambil proyektilnya.

Sebagaimana disampaikan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Cpl Eko Daryanto, bahwa kontak tembak yang terjadi sekira pukul 07.20 WIT berlangsung saat Tim Gabungan Satgas Gakkum TNI-Polri melaksanakan patroli keamanan melihat KKSB di sekitar Kampung Gulanggama Kompleks dengan membawa 2 pucuk senjata.

“ Pada saat pengejaran terjadi kontak tembak dan kelompok KSB melarikan diri ke jurang dan semak-semak ke arah Ugimba,” terang Eko.

Lanjut Eko, beberapa saat setelah kontak tembak. Tim Gabungan melaksanakan pembersihan sektor kontak tembak dan menemukan 1 mayat laki-laki bernama Meki Tipagau (18). Meki berhasil dilumpuhkan saat kontak tembak karena membawa 1 pucuk senjata.

Dikatakan, Keterangan yang diperoleh Kodam XVII/Cenderawasih dari kepala suku setempat. Yang bersangkutan bergabung dengan OPM atau KKSB. Saat kena tembak, 1 pucuk senjata sempat dibawa lari oleh KKSB lainnya.

Selain itu, tim gabungan juga mendapatkan adanya korban terkena tembakan rekoset munisi yang menurut perkiraan dari kelompok OPM. Dikarenakan posisi mereka dibawah lembah menembak membabi buta kearah pasukan tim gabungan yang berada diposisi ketinggian. sehingga tembakan KKSB mengenai seorang perempuan bernama Kina Sani (14) terkena di telapak kaki kiri. “ Saat ini korban Kina Sani sudah ditangani dan selanjutnya dievakuasi ke Sugapa dilanjutkan ke Timika untuk diambil proyektilnya,” ucap Eko.

Adapun barang bukti lain yang didapat Tim Gabungan diantaranya 1 unit laptop, unit 1 handphone, 1 unit HT, 2 pucuk senjata rakitan, 1 unit mesin Fax, 1 buah busur panah dan beberapa anak panah. Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombel Pol AM Kamal menyebutkan situasi di Kabupaten Intan Jaya kondusif pasca kontak tembak antara TNI-Polri dan KKSB yang terjadi pada Selasa (18/2) pagi.

Ia menyebutkan, dua anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) tewas dan 2 warga sipil mengalami luka-luka dalam kontak tembak tersebut. Adapun warga sipil bernama Kinas Sani (14) diterbangkan ke Timika untuk mendapatkan perawatan, sementara Hertina Sani (35) sedang dilakukan perawatan di Kampung Galunggama.

“Dimungkinkan dua korban sipil yang luka tembak terkena senjata KKSB,” ucap Kamal kepada wartawan di Mapolda Papua, Rabu (19/2). Kamal menyebutkan, Kapolres Intan Jaya sudah melakukan pengecakan di lokasi beserta anggotanya dan melakukan pertemuan dengan Bupati Intan Jaya disertai persiapan pemakaman dua jenazah anggota KKSB OPM.

“Laporan dari masyarakat, dua orang yang meninggal adalah KKSB OPM yang pada saat itu menenteng senjata dan dibawa lari oleh rekannya. Barang bukti yang ditemukan di lokasi mendukung hal itu,” tegas Kamal. Lanjut Kamal, KKSB OPM seharusnya tak perlu lagi berada di Kampung melainkan main di hutan, sehingga kalau ketemu dengan aparat di hutan saja. Hal ini agar menghindari korban dari warga sipil dan kampung tidak terkontaminasi.

“Seharusnya KKSB OPM juga tidak pantas membawa senjata, jangan sengaja membangun opini disahkan kelompok ini bermain. Kita semua harus mengecam bagaimana KKSB OPM keluar dari pertengahan kota dan perkampungan sehingga tidak terjadi korban ketika ada gesekan antara TNI-Polri dan KKSB OPM,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Komisia Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Provinsi Papua Frits Ramandey menyebutkan pihaknya baru membaca laporan melalui media sosial dan belum ada konfirmasi ke pihak terkait tentang kronologi, siapa korban dan siapa yang melakukan penembakan.

Frits mengaku akan terkait dengan kejadian kontak tembak senjata di Sugapa, termasuk nantinya akan membuat tim terpadu yang melibatkan aparat kemanan, Pemda, DPR dan MRP. “Yang terpenting adalah semua satuan yang ada di Intan Jaya menahan diri, Anggota KKSB OPM menyerahkan diri ke Aparat Keamanan. kita berharap otoritas sipil bisa mengambil peran lebih dalam rangka menekan adanya jatuhnya korban,” pungkasnya.