Desember 4, 2020

Aparat TNI-Polri Pastikan Rufinus Tifagau Adalah Anggota KKB

Kabarmandala.com – Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan bahwa para korban dalam penindakan tim gabungan TNI-Polri di Kampung Jalai, Distrik Sugapa adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Suriastawa menuturkan bahwa penindakan ini merupakan hasil pengembangan pasca penghadangan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) oleh KKB pada 9 Oktober lalu.

“Hasil pengembangan dan pengumpulan informasi dari masyarakat, diperoleh informasi akurat bahwa salah satu kelompok KKB bermarkas di Kampung Jalai, Distrik Sugapa,” ujarnya.

Dimana penindakan dimulai pukul 05.30 WIT oleh Tim Gabungan TNI-Polri dan berhasil menewaskan 1 anggota KKB atasnama Rufinus Tigau dan mengamankan 2 orang lainnya, salah satu mengaku adik dari Rufinus Tigau.

“Darinya diperoleh keterangan bahwa Rufinus Tigau memang aktif dalam aksi KKB selama kurang lebih 1 tahun terakhir,” ujarnya.

Disebutkan, atas permintaan pihak keluarga, korban tewas langsung dikuburkan di tempat, dimana tim gabungan TNI-Polri membantu jalannya prosesi pemakaman. Pada saat pemakaman, pihak keluarga mengakui jika korban selama ini memang aktif dalam aksi KKB.

Suriastawa juga menuturkan bahwa pasca kejadian di Hitadipa, ada kecenderungan korban dari pihak KKB selalu dikaitkan dengan sentimen agama untuk kepentingan aksinya.

“Pasca kejadian di Hitadipa, ada kecenderungan korban dari pihak KKB selalu dikaitkan dengan tokoh agama. Di luar kasus Hitadipa, terdapat 3 kasus yang oleh KKB dikaitkan dengan tokoh agama,” ujarnya.

Aparat TNI-Polri juga menyoalkan masifnya intimidasi KKB untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora sambil berkumpul di rumah-rumah ibadah.

“Ini sangat disayangkan karena membawa-bawa sentimen agama untuk kepentingan aksinya. Jangan bermain-main dengan SARA,” tandasnya.

Suriastawa menyebut, TNI-Polri sangat menghormati tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat di manapun, termasuk di Papua.

“Tidak ada keuntungan berseberangan dengan tokoh-tokoh ini, apalagi membunuhnya. Justru TNI-Polri sangat membutuhkan kerjasama para tokoh ini karena dengan pengaruhnya yang sangat besar kepada masyarakat, dan seharusnya dapat menjadi contoh tauladan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam kepatuhannya pada hukum Indonesia,” jelasnya.