Februari 27, 2021

Awali Bulan Penuh Kasih, GEMAPI dan PPM Gelar Bakti Sosial Kepada Keluarga Pejuang Pepera

Kabarmandala.com – Dalam rangka menyambut bulan penuh kasih yakni bulan Desember dimana didalamnya terdapat perayaan hari Natal dan tahun baru, Pemuda Panca Marga (PPM) bersama Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (GEMAPI) melaksanakan Kegiatan Bakti sosial di Jayapura, Sabtu (05/12/2020).

Ketua Dapenda PPM Riko Mauri mengatakan, hal itu dilakukan pihaknya bersama GEMAPI dalam rangka menyembut bulan penuh kasih dengan saling berbagi kepada keluarga pejuang Pepera 1969.

“Kegiatan ini pada hakekatnya merupakan salah satu wujud kepedulian PPM dan GEMAPI terhadap keluarga pejuang Pepera 1969 dibulan penuh kasih ini,” ujarnya.

Ditengah pandemi Covid-19, Kegiatan Baksos dilakukan dengan cara membagikan sembako dari rumah ke rumah keluarga para pejuang Pepera dengan tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Sembako tersebut kita bagikan kerumah rumah keluarga pejuang Pepera 1969 yang ada di Jayapura dengan tetap menggunakan protokol kesehatan covid-19” Ujarnya.

Ditempat yang sama, Selaku Ketua GEMAPI, Philatus Netep juga mengatakan bahwa kegiatan ini perlu dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan, karena selain akan memperkokoh rasa cinta dan kebersamaan, hal ini juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga rasa peduli dan rasa senasib sepenanggungan sesama warga Papua.

“Baksos sekaligus sebagai upaya untuk mempererat tali silaturahmi rasa persatuan dan kesatuan diantara kita semua, terutama selama masa pandemi Covid – 19 di bulan penuh kasih ini,” ujarnya.

Tujuan kegiatan ini seperti yang tadi dijelaskan, selain merayakan penyambutan bulan penuh kasih yang didalamnya terdapat perayaan hari Natal dan tahun baru, kegiatan ini bertujuan untuk tidak melupakan jasa para pahlawan pejuang Pepera di tanah Papua.

“Generasi muda kita harus tahu, bahwa kita sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana, pada tahun 1969 dilakukan musyawarah Pepera yang melibatkan 1.026 tokoh-tokoh Papua yang sudah menyatakan dan memutuskan Papua menjadi bagian dari NKRI,” ujarnya.

Philatus mengajak generasi muda untuk tidak melupakan jasa para pejuang Pepera dan sejarah Papua, dimana Papua sudah menjadi bagian dari NKRI sejak Pepera diputuskan.

“Jadi sekali lagi saya sampaikan, generasi muda jangan melupakan para pejuang Pepera dan sejarah Papua. Karena Papua sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI sejak Pepera itu diputuskan,” tegasnya.