Oktober 22, 2020

Barisan Merah putih dukung papua sebagai bagian NKRI yang sah

kabarmandala.com — Aksi Spontanitas dari Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Manokwari menyatakan sikap mendukung Tanah Papua sebagai bagian dari wilayah teritorial NKRI yang sah. Aksi spontanitas tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/8/2019) Di Sekretariat BMP Sowi IV Manokwari. Ketua DPC Barisan Merah Putih Kabupaten Manokwari, Yance Mara menyatakan, Pertama BMP Kabupaten Manokwari atas nama Masyarakat Papua Barat menyatakan mendukung penuh Papua sebagai bagian yang sah dari NKRI.

“Tak hanya itu saja, kami juga menolak adanya referendum di tanah Papua karena Papua adalah bagian dari NKRI,”tandas Yance. Selanjutnya, dengan tegas kami menolak keberadaan kelompok separatis yang selalu menghasut masyarakat serta menganggu situasi keamanan dan ketertiban di Wilayah Papua Barat.

Tentu saja kami mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan anarkis di Papua Barat yang di lakukan oleh pikah-pihak yang tidak bertanggung jawab terkait dengan permasalahan tersebut.

Kami Barisan Merah Putih (BMP) Manokwari mengimbau, agar seluruh lapisan masyarakat yang ada di Papua Barat untuk tetap menjaga kerukunan dan kedamaian serta mendukung penuh pemerintah Indonesia dalam membangun tanah Papua.

Yance Mara berharap, rakyat jangan terpancing dengan aksi yang terjadi di Provinsi Papua – Jayapura, tetap tenang dan lakukan aktifitas seperti biasa. Kita sebagai rakyat harus tetap mendukung penuh pemerintah Indonesia dalam membangun tanah Papua.

Semua Aspirasi masyarakat telah di tandatangani Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan kepada Presiden Jokowi, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Kemenko Polhukam Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo. Kita harus saling mendukung

Untuk itu pergerakan-pergerakan yang menentang Pancasila dan UUD 1945, sebaiknya segera dihentikan. Pemerintah juga harus segera mengambil tindakan konkrit berdasarkan peraturan UU untuk menghentikan organisasi atau kelompok yang ingin mengacaukan stabilitas keamanan Negara khususnya di Papua Barat