Januari 23, 2021

BLT Rp 600.000 dari Presiden RI Harus Tepat Sasaran

kabarmandala.com — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memutuskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan Bantuan Langsung Tunai ( BLT) kepada warga miskin sebesar Rp 600.000 per bulan. Kebijakan bantuan tunai ini dilakukan untuk tetap menjaga daya beli masyarakat miskin saat pandemi wabah virus corona ( Covid-19) di Indonesia. Penyaluran BLT ini diberikan selama 3 bulan dari April sampai Juni 2020. Bantuan ini hanya dikhususkan bagi warga miskin. Dan diambil dari Dana Desa di setiap Desa di indonesia.

“Syarat penerimanya adalah keluarga miskin yang bukan punya kartu penerima Program Keluarga Harapan ( PKH), dan Kartu Rastra/BPNT/Sembako dan Kartu Prakerja,” tulis Kementerian Keuangan di tiru oleh Camat Sabbang Sitti Kidar, Rabu (29/4/2020).

“Penerima BLT ini didasarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ketentuan mengenai mekanisme pendataan, penetapan data penerima manfaat, dan pelaksanaan pemberian BLT Desa dilakukan sesuai ketentuan Menteri Desa PDTT,” ucap Sitti Kidar pada wartawan media ini.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini dianggarkan dalam APBDesa maksimal sebesar 35 persen dari Dana Desa atau lebih dengan persetujuan Pemerintah Kabupaten/Kotamadya. Penyaluran Dana Desa(DD) juga dipermudah melalui penyederhanaan dokumen dan penyaluran yang diupayakan agar lebih cepat. Kepala Desa (Kades) merupakan pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan, penyaluran hingga pertanggungjawaban BLT Desa.

“Bantuan Langsung Tunai (BLT) diambil dari Dana Desa merupakan program prioritas yang harus dianggarkan oleh Pemerintah Desa. Jika Pemerintah Desa (Pemdes) tidak menganggarkan BLT Dana Desa, pemdes akan dikenakan sanksi mulai dari pemotongan sebesar 50 persen untuk penyaluran Dana Desa tahap berikutnya hingga penghentian penyaluran Dana Desa tahap III,” tutur Sitti Kidar.

Untuk pendampingan dan pengawasan terhadap pemanfaatan BLT Dana Desa dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah setempat dan Pusat. Camat Sabbang Sitti Kidar yang juga Plt Kepala Desa Bakka, berharap agar masyarakat ikut mengawasi dan terus memberikan masukan untuk perbaikan karena pandemik Covid-19 adalah tantangan bagi seluruh bangsa Indonesia, bila tidak tepat sasaran, dan dengan terus menjaga kebersamaan, persatuan, dan kegotongroyongan, insya Allah kita mampu menghadapi dan mengatasi pandemi Covid-19,” ujar Sitti Kidar.

Sekadar diketahui masyarakat bahwa, ada dua cara bantuan diserahkan, yakni dalam bentuk nontunai dan tunai disesuaikan dengan kondisi Desa setempat.