Oktober 21, 2020

Bulog belum salurkan beras sejahtera karena terkendala masalah data

kabarmandala.com — Kepala Perum Bulog Divisi Regional Papua dan Papua Barat (Kadivre) Sopran Kennedi mengakui, hingga kini belum menyalurkan beras bantuan pemerintah yang dialokasikan melalui program beras sejahtera (rastra) khususnya di Papua karena belum adanya data dari Disdukcapil Papua terkait data kependudukan.

“Akibatnya hingga kini Bulog Papua belum melakukan penyaluran secara maksimal. Kami masih menunggu data dari Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Papua terkait data kependudukan agar beras tersebut dapat segera disalurkan,” kata Kennedi di Jayapura, Senin.

Sebagai contoh, kata Kennedi, data BNPT untuk penerima rastra di Kabupaten Jayapura tercatat 10.663 orang namun setelah dilakukan pendataan ulang yang dilakukan Disdukcapil Kab Jayapura ternyata hanya 2.065 orang yang memenuhi syarat sebagai penerima rastra.

Karena itulah bulog masih menunggu data dari Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Papua terkait data kependudukan yang berhak menerima bantuan tersebut sehingga nantinya dapat disalurkan kepada warga yang memang berhak menerimanya. Bulog sendiri siap menyalurkan berapa banyak yang dibutuhkan, kata Kennedi.

Ketika ditanya tentang persediaan beras menjelang Natal dan tahun baru, Kennedi mengaku, stok di gudang-gudang milik bulog baik di Papua maupun di Papua Barat aman. Dari laporan yang ada persediaan beras tercatat sebanyak 35.514 ton yang tersebar di Papua sebanyak 27.571 ton dan Papua Barat 7.936 ton. Persediaan tersebut cukup untuk 2-3 bulan ke depan, kata Kennedi.