Oktober 28, 2020

Bupati Jhon : Jangan bawa senjata tajam di jalanan

kabarmandala.com — Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menegaskan aparat keamanan akan melakukan sweeping kepada alat tajam bagi warga pengungsi serta warga yang masih berjaga –jaga di wilayah rumahnya atau di depan pertokoan. Kegiatan ini sudah disetujui oleh tokoh –tokoh paguyuban, sehingga pemerintah meminta apabila masyarakat ingin berjaga jangan menggunakan alat tajam.

Menurut Bupati Jhon Banua, sweeping alat tajam ini dilakukan agar tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan ini sudah diintruksikan dan pemda juga telah turun sendiri ke Lokasi untuk menyampaikan kepada masyarakat yang ada di pinggiran jalan. Ia menilai masyarakat masih berjaga –jaga dengan alat tajam ini karena masih terprovokasi dengan isu hoaks.

“Saya jamin saat ini situasi Kabupaten Jayawijaya dalam keadaan aman, hanya saja masyarakat dalam kota masih terlalu percaya dengan isu hoaks seperti kemarin siang ada isu masyarakat ada mau menyerang, padahal tidak ada, ini karena kita cepat terpancing dengan isu,”ungkapnya Rabu (25/9) kemarin.

Bupati kembali menegaskan, masyarakat jangan terlalu cepat percaya dengan isu yang berkembang, perlu dilakukan kroscek kembali, karena dengan adanya isu –isu ini menimbulkan adanya kekhawatiran, masyarakat, sehingga saat ini pemerintah sedang fokus untuk bagaimana mengembalikan keamanan di Jayawijaya.

“Kita saat ini masih belum bisa untuk mendata kerugian –kerugian dari aksi pembakaran, kami masih memikirkan dan fokus untuk pemulihan keamanan Wamena saat ini yang masih diserang berbagai isu sehingga menimbulkan kepanikan masyarakat,”jelasnya

Ia juga menyatakan, sejak kemarin pemerintah , TNI/ Polri telah menempatkan sejumlah aparat gabungan di beberapa jalan masuk ke Kota Wamena untuk mengantisipasi situasi keamanan yang tidak diinginkan bersama – sehingga warga juga merasa aman dan tidak membawa senjata tajam lagi di jalannan, karena isu yang sekarang diciptakan ini membuat warga di kampung –kampung juga panik.

“Ada isu yang sengaja dihembuskan jika aparat TNI/ Polri membackup masyarakat pendatang untuk melakukan penyerangan, ini sama sekali tidak benar sehingga kita inginkan tidak lagi ada warga yang membawa senjata tajam,”bebernya

Bupati juga memastikan jika, untuk situasi di Distrik –distrik dan kampung yang ada di luar kota itu semua dalam keadaan aman, dan tak ada gejolak serta pergerakan massa untuk masuk ke wilayah kota untuk melakukan penyerangan, hanya saja isu yang berkembang selalu menakut –nakuti warga didalam Kota Wamena.

Secara Terpisah Kepala Distrik Kurulu Yuda Dafarius Dabi menyatakan atas nama asosiasi 40 Kepala Distrik dan 328 kampung di Jayawijaya menyatakan jika tidak boleh lagi ada yang membawa alat tajam di Jayawijaya, budaya Jayawijaya tak ada yang membawa alat tajam di jalan –jalan, sehingga pihaknya juga melarang masyarakat Jayawijaya untuk membawa alat tajam.

“Kami di wilayah distrik dan kampung yang ada diluar Kota Wamena itu aman dan terkendali tak ada pergerakan masa atau apapun , masalah yang ada ini terjadi hanya di Kota saja sehingga kami pastikan dituasi di Distrik dan kampung itu aman terkendali,”bebernya.