Oktober 20, 2020

Cara tersendiri ketika makan Papeda khas Timur…..

kabarmandala.com — Pernah berkunjung ke Bumi Cendrawasih?Di sana ada kuliner khas, namanya Papeda. Makanan berbahan dasar sagu ini, biasa jadi makanan pokok, sama seperti nasi. Untuk menikmatinya, ada juga lauk-pauk yang disertakan. Bagi kita yang tinggal di bagian barta Indonesia, mungkin makanan ini sedikit membuat bingung. Bagaimana cara menikmatinya?

Pertama melihat pasti bingung, namun setelah mencoba papeda, pasti ketagihan. Papeda dikenal lezat dan kaya gizi. Di Maluku atau Papua, masyarakat biasa menyantap papeda dengan beragam olahan ikan dan sayur. Bentuk Papeda memang tak biasa. Rupanya seperti lem, tidak heran jika pertanyaan pertama yang terpikir adalah soal cara menyantapnya. Sebab, rasanya tak mungkin menikmati papeda dengan sendok atau garpu.

Masyarakat di timur Indonesia biasa menggunakan alat unik bernama gata-gata yang berfungsi sebagai alat bantu dalam menciduk papeda. Gata-gata sekilas memiliki penampilan mirip garputala, alat untuk menyelaraskan nada, namun dengan ukuran yang lebih besar. Gata-gata biasanya dibuat dari kayu sagu, namun beberapa kalangan saat ini juga membuat gata-gata dengan menggunakan bambu.

Masyarakat Maluku atau Papua biasa menggunakan dua buah gata-gata untuk mengambil papeda. Keduanya diputar dengan cepat ke dalam mangkuk papeda sehingga papeda tergulung dengan sempurna. Setelah itu, papeda dipindahkan ke mangkung tempat makan. Untuk menyantapnya, kita gunakan gata-gata lagi, digulung seperti sebelumnya, dan kemudian langsung dimasukkan dalam mulut. Tak jarang juga saat berkumpul dengan orang terdekat, adonan papeda di wadah besar langsung dimakan ramai-ramai, sehingga tidak perlu lagi dipindahkan ke mangkuk yang lebih kecil.

Ingat, Anda tidak perlu mengunyah papeda lantaran teksturnya yang sangat halus. Begitu tiba di mulut, rasakan sebentar teksturnya yang unik dan langsung telan saja. Lauk sayur dan ikan bisa dimakan sebelum atau setelah menyuap gulungan papeda. Sebagian masyarakat memilih untuk mencuil ikan sebelum papeda ditelan agar papeda memiliki rasa yang lebih kaya saat ditelan. Namun cara ini tidak umum dan kadang justru membuat kita tersedak.

Adonan papeda sendiri biasanya sudah dibumbui dengan rempah atau sekadar dengan garam, sehingga tidak terasa tawar di mulut. Rasanya gurih kok. Hal penting yang harus diingat oleh masyarakat yang belum pernah mencoba papeda adalah, buang jauh-jauh konsep rasa dan pengalaman kita saat makan nasi karena tekstur dan rasa papeda jauh berbeda dari nasi atau jagung. Silakan mencoba.