Oktober 23, 2020

Demi Kesejahteraan, Warga Papua Nugini Ingin Beralih Status WNI

kabarmandala.com — Kondisi Provinsi Papua sangat menjanjikan sehingga 100 -an warga Papua Nugini (PNG) di sekitar Kabupaten Merauke dan Boven Digul sangat mengharapkan menjadi warga negara Indonesia (WNI). Mereka menilai kesejahteraannya bakal meningkat dengan beralih kewarganegaraan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perbatasan Merauke Rekianus Samkakai di Jayapura, Kamis 17 Oktober 2019. Menurutnya keinginan itu sudah lama mereka pendam karena umumnya warga PNG tersebut bekerja di sejumlah perkebunan di Merauke dan Boven Digul.

Dikatakan, permintaan warga negara PNG sudah disampaikan saat pertemuan antara pejabat perbatasan RI-PNG setingkat Border Liaison Officers Meeting (BLOM) yang berlangsung di Jayapura.

WN PNG itu banyak yang bekerja di perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Merauke dan Boven Digul, kata Samkakai seraya menambahkan, keinginan warga negara PNG beralih kewarganegaraan disebabkan berbagai alasan diantaranya mereka sudah menikah dengan WNI dan ingin meningkatkan kesejahteraannya.

“Rata-rata warga negara PNG yang ingin jadi WNI adalah penduduk yang tinggal di perbatasan RI-PNG dan berkebun di wilayah RI karena itu hak ulayat mereka,” kata Rekianus Samkakai.

Kepala Perbatasan Merauke mengaku, mereka (WN PNG) tidak ingin kembali ke negaranya dan tetap ingin menjadi WNI. Memang beberapa tahun yang lalu memang ada warga negara PNG yang beralih kewarganegaraan dan saat ini sudah memiliki KTP, kata Rekianus Samkakai. BLOM RI-PNG berlangsung sehari, Rabu (16/10) diikuti pejabat dari kedua negara dan membahas berbagai agenda yang diusulkan kedua delegasi.