Mei 13, 2021

Di Papua Barat Konferensi Pers secara tatap muka ditiadakan terlebih dahulu

kabarmandala.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat, mengimbau agar penyebaran informasi dan data bagi jurnalis tidak melalui kerumunan atau konferensi pers. Ketua PWI Papua Barat, Bustam mengatakan, hal itu diperlukan untuk mengurangi risiko penularan wabah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Wartawan sebagai salah satu elemen masyarakat, dalam masa-masa pandemi Covid-19, menjadi bagian penting dalam sosialisasi dan mengedukasi masyarakat. “Kami minta tidak dilakukan jumpa pers tatap muka. Tidak boleh ada kerumanan. Sosial distancing harus dipatuhi,” kata Bustam, Minggu (29/03/2020).

Dia mengatakan sebagai pengganti jumpa pers, pihak kompeten dapat menyediakan press release ataupun dengan komunikasi melalui WhatApp atau via telepon. “Meski ditengah kondisi saat ini, pers tetap dituntut menjalankan fungsinya sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999. Pers berperan menyampaikan informasi, memberi pendidikan, memberi hiburan, dan menjalankan kontrol sosial. Ini akan tetap, tetapi bentuknya disesuaikan kondisi yang ada,” ucap Bustam.

Selain itu, Bustam berharap pers juga dapat mengenali apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, bagaimana model pemberitaan yang bisa mengawasi, mengontrol, dan memberi semangat kepada pemerintah, serta konten informasi yang beraksen pendidikan, pengetahuan, dan pencerahan kepada publik, serta jenis berita yang menuntun dan menjadi inspirasi bagi masyarakat. “Pemberitaan yang ideal terasa ketika wartawan dan media memposisikan diri sebagai kekuatan penjernih. Bukankah memberikan kegalauan kepada masyarakat,” tandas Bustam.