Desember 5, 2020

Di Papua nilai tukar petani mengalami kenaikan

kabarmandala.com —¬†Badan Pusat Statistik Provinsi Papua mencatat, pada bulan Maret 2020, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua naik 0,19 persen dengan indeks NTP sebesar 101,54 persen.¬†Publikasi BPS Papua melalui www.bps.go.id, dilaporkan Senin, kenaikan terjadi karena indeks harga dibayar petani lebih kecil dari indeks harga diterima petani.Untuk NTP Nasional Maret 2020 sebesar 102,09 atau mengalami penurunan -1,22 persen dibanding dengan NTP pada bulan sebelumnya.

NTP Provinsi Papua bulan Maret 2020 menurut subsektor yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan 101,19, NTP Subsektor Hortikultura 95,31, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 97,73, NTP Subsektor Peternakan 108,77 dan NTP Perikanan 109,21. Lebih lanjut, NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap sebesar 109,65 dan NTP Perikanan Budidaya 101,91.

Dari 34 provinsi yang dilakukan penghitungan NTP pada Maret 2020 menunjukkan bahwa 6 provinsi mengalami peningkatan NTP sementara 28 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP dimana Maluku Utara tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 0,76 persen dan Riau tercatat mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar -3,51 persen. Pedesaan Papua pada Maret 2020 tercatat mengalami deflasi sebesar -0,20 persen.

Dari 34 provinsi diketahui 18 provinsi mengalami inflasi perdesaan dan 16 provinsi lainnya mengalami deflasi perdesaan. Inflasi perdesaan tertinggi terjadi di Provinsi DIY yaitu sebesar 0,65 persen dan deflasi perdesaan terbesar terjadi di Provinsi Bali yaitu turun sebesar -0,43 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Provinsi Papua pada Maret 2020 adalah 103,42 atau turun sebesar -0,01 persen. Pantauan Antara, Senin petani sayur mayur dari Arso Kabupaten Keerom, Koya Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura masih dominan menjadi penyuplai kebutuhan sayuran untuk warga kota Jayapura.