Oktober 22, 2020

Dindik papua bersinergi dengan BPS untuk atasi buta aksara

kabarmandala.com — Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat tuntaskan angka buta aksara. Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, di Jayapura, Jumat, mengatakan untuk membangun masyarakat Papua yang cerdas dan pintar agar tidak ketinggalan dari daerah lain, harus di mulai dari sebuah pendidikan yang layak.

“Untuk itu kami mengambil langkah cepat dengan menyiapkan data akurat tentang berapa jumlah angka buta aksara yang ada di Papua melalui kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, guna memperoleh data buta aksara khusus anak papua dari 29 kabupaten dan kota di Papua,” kata Christian saat mendatangi Kantor BPS Papua, Jumat.

Selain terkait data jumlah buta aksara, kata dia, pihaknya juga berencana akan melakukan kerjasama di bidang pendidikan, dalam hal ini meminta BPS Papua, guna memberikan ruang kepada anak-anak asli Papua agar bisa mengikuti pendidikan di sekolah tinggi statistik negara di Jakarta.

“Bagi saya, ilmu statistik ini sangat penting dan belum banyak peminatnya, khusus anak putra daerah perlu di dorong dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) baik negeri maupun swasta, terutama di lima wilayah adat yang ada,” katanya. Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapary mengapresiasi kunjungan dari Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua beserta rombongan.

Simon mengatakan pihaknya siap memberikan dan menyiapkan data akurat dan detail sesuai permintaan dari Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua, karena baginya masalah buta aksara ini sangat tinggi di Papua baik di pesisir hingga pelosok pegunungan.

“Makanya lewat kunjungan Kadis Pendidikan ini, kami berharap ada perubahan besar dalam meningkatkan dunia pendidikan yang ada di Papua, salah satunya adalah memberantas angka kebodohan dan angka buta aksara itu sendiri,” katanya.

Menurut dia, tahun ini BPS akan melakukan sensus penduduk di seluruh Indonesia, termasuk di Papua pada Juli mendatang. Untuk itu, diharapkan ada dukungan dari masyarakat dan pelaku usaha maupun pemerintah daerah dalam mensukseskan agenda nasional ini. “Kami akan siapkan angket khusus buat petugas pencatatan data tentang buta aksara di seluruh kabupaten/kota di Papua,” ujarnya.

Melalui data yang akurat dan transparan, tambah dia, seluruh persoalan di tengah masyarakat baik soal ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan sarana prasarana akan ter-input secara lengkap. Sensus ini juga bertujuan mendukung kemajuan pembangunan fisik, pembangunan sumber daya manusia Papua yang lebih baik lagi di masa mendatang.