Desember 5, 2020

Dokumen Veronica Koman merupakan dokumen ‘sampah’

kabarmandala.com —┬áVeronica Koman menanggapi dokumen miliknya yang disebut sampah oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. Ia sangat menyayangkan pernyatan Mahfud MD karena menurtnya hal tersebut telah melukai hati masyarakat Papua.

“Namun tetap sangat disayangkan, mengingat ini akan memperdalam luka orang Papua,” ujar Veronica,Rabu (12/2/2020). Namun,Veronica mengaku tidak kaget dengan penyataan Mahfud MD tersebut, karena sebelumnya Mahfud juga pernah menyakiti hati rakyat dengan menyebut tidak ada pelanggaran HAM di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

“Mengingat beliau sebelumnya sudah pernah mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hati rakyat yaitu bahwa tidak ada satu pun pelanggaran HAM di era Jokowi, jadi sebetulnya tidak terlalu mengagetkan ketika pernyataan seperti ini juga muncul dari beliau,” kata dia.

Sebelumnya, Veronica mengaku telah menyerahkan dokumen yang berisi data tahanan politik serta data koraban sipil yang tewas di Nduga, Papua sejak Desember 2018. Dokumen tersebut diserahkan saat Jokowi berkunjung ke Canberra, Australia, Senin (10/2/2020). Ia meminta agar Jokowi membebaskan tahanan tersebut. Banyak orang bilang Veronica pengacara tetapi kenapa dia malah jadi DPO Internasional, dan segala pernyataan veronica sebetulnya yang menyudutkan orang Papua.