Oktober 22, 2020

Dua Terluka di Yahukimo dan Tiga Orang Meninggal di Intan Jaya

kabarmandala.com — Dua orang karyawan PT Agung Mulia dihadang puluhan orang tak dikenal (OTK) saat hendak mengecek proyek pembangunan jalan di Kabupaten Yahukimo, Jumat, 25 Oktober 2019. “Saat dihadang, karyawan ini berusaha lakukan perundingan. Setelah lepas, karyawan melanjutkan perjalanan lagi. Tapi mereka dibuntuti dan membuat mereka tak merasa nyaman. Kemudian dilakukan perundingan lagi, tapi kelompok itu tiba-tiba melepaskan anak panah,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi A. M. Kamal, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Akibat kejadian itu, kata Kamal, dua karyawan PT. Agung Mulia terkena anak panah di perut dan rencananya akan dievakuasi ke Jayapura ada mendapat perawatan medis lebih lanjut. “Kami akan lakukan penyelidikan untuk peristiwa ini, apakah mereka bertujuan untuk memeras atau sengaja membuat gaduh di sekitar Yahukimo,” jelas Kamal.

Tiga Tukang Ojek Ditemukan Meninggal di Intan Jaya

Selain kejadian di Yahukimo, kata Kamal, pada Jumat, 25 Oktober 2019, tiga orang tukang ojek di Kabupaten Intan Jaya ditemukan tak bernyawa oleh seorang warga sekitar pukul 10.55 WIT. Menurut Kamal, masyarakat inisial TK saat itu langsung melaporkan penemuan mayat ke Bupati Kabupaten Intan Jaya, kemudian Bupati Intan Jaya bermusyawarah bersama staf dan TNI Polri untuk mengevakuasi korban.

“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi telah ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Dari tiga korban, 1 luka tusuk dan 2 luka tembak, bernama Rizal 31 tahun, Haryanto 31 tahun dan Lasoni 25 tahun,” jelas Kamal. Kamal juga mengatakan, keterangan koordinator tukang ojek setempat, sekitar pukul 10.00 WIT ketiga korban terlihat menarik tiga penumpang namun setelah dilakukan pengecekan ternyata tiga tukang ojek itu tak kembali.

“Pagi ini rencana korban akan diterbangkan ke Makassar untuk disemayamkan. Diduga kuat pelaku merupakan kelompok bersenjata. Pagi ini anggota di lapangan melakukan pengecekan kembali untuk olah TKP karena pelapor sendiri melihat korban sudah tak bernyawa,” ujarnya. Sementara situasi terakhir di Iantan Jaya, kata Kamal, cukup kondusif dan tak mempengaruhi aktifitas masyarakat di sana sebab lokasi kejadian jaraknya sekitar 2 jam dari Kota Intan Jaya.