Desember 6, 2020

Egianus Kogoya Mendadak Beri Ultimatum, Ini Respon TNI/Brimob!

Kabarmandala.com – Lama tidak kedengaran, pemimpin Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) pembantaian pekerja PT Waskita Karya, Egianus Kogoya muncul menyampaikan ultimatum terbaru lewat akun facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Anehnya ultimatum Egianus Kogoya ini muncul saat tidak ada kontak senjata antara TNI dan KKB/OPM. Setidaknya ada 7 poin ultimatum yang Egianus Kogoya layangkan kepada pihak Indonesia.

Satu di antara ultimatum berisi ancaman tembak kepada warga non-Papua yang masih ada di Nduga. Karena warga sipil non-Papua dianggap TPNPB sebagai anggota TNI / Polri yang menyamar.

Egianus meminta agar  warga sipil non-Papua, agar meninggalkan wilayah Kabupaten Nduga, per tanggal 23 Februari 2019.

Selain itu, Egianus Kogoya yang menyebut dirinya Panglima Kodap III Ndugama, menegaskan bahwa TPNPB-OPM tidak akan pernah berhenti perang sampai ada pengakuan kemerdekaan Papua dari RI.

Berikut 7 poin ultimatum yang disampaikan pihak TPNPB:

1. Perang kami TPNPB kodap III Ndugama tuntut Kemerdekaan Bangsa Papua Barat untuk Penentuan Nasip sendiri

2. Perang kami tidak akan pernah berhenti sampai pengakuan kemerdekaan Papua.

3. Kami minta kepada pemerintah Indonesia tuntutan pengakuan kemerdekaan Papua hanya dengan kontak senjata.

4. Kami TPNPB/OPM tidak mintah pembangunan dan bama seluru masyarakat 32 Distrik Kab Nduga minta Merdeka.

5. Seluruh Tanah Ndugama dari ujung sampai ujung manusia rambut lurus warna kulit putih adalah musuh utama TPNPB Kodap III Ndugama karena banyak anggota TNI/POLRI pria, wanita yang selama ini menyamar ibu guru suster dan tukang bangunan bahkan sopir taksi kami akan tembak.

6. Kami harap Pos TNI yang bertugas di Distrik Mbua segera hentikan operasi di perkampungn masyarakat.

7. Sampai dengan pernyataan ini kami keluarkan semua warga sipil non Papua kosongkan dearah Kabupaten Nduga. kalau sampai masih ada kami akan tembak.

Pasca ultimatum ini, akun facebook TPNPB-OPM mengunggah artikel soal penyisiran yang dilakukan TNI ke  Kampung Pasid Distrik Mbua Kab Nduga Papua, Sabtu (23/2/2019).

Postingan ini diunggah Minggu (24/2/2019) dengan bahasa Indonesia yang sangat amburadul. Disebutkan pasukan TNI berkekuatan 11 personil melakukan  penyisiran ke rumah warga.

Kedatangan personel TNI disusul kedatangan personel Brimob bersenjata lengkap. Kepada warga, seorang personel Brimob mengatakan mereka akan Egianus Kogeya dan Pemne Kogeya.

Hingga berita diunggah, belum ada konfirmasi dari Kodam Cendrawasih dan Polda Papua.

Sebelumnya, akun facebook TPNPB juga mengunggah pernyataan Kogoya, Jumat (14/12/2018) dalam sebuah video yang diposting terlihat seorang pria memakai jaket dan bandana bendera Jack Union Inggris yang diidentifikasi sebagai pimpinan KKB Egianus Kogeya.

Dalam pernyataan, Egianus meminta boikot Pilpres 2019. “Boikot Pilpres 2019,” ujar Egianus.

“Jadi dengan tegas bahwa, saya sampaikan bahwa Gubernur Papua dan gubernur Papua Barat dan Bupati-bupati dan DPRD dan DPD tidak boleh kasih suara untuk pemilihan presiden 2019.” tambah Egianus.

“Saya minta pengakuan dilepas oleh NKRI, dipisah oleh NKR, Papua harus merdeka,” tutup Egianus. Sebelumnya, KKB Egianus Kogeya juga menyatakan siap perang dengan militer Indonesia.

Namun ia menawar agar militer tak memakai helikopter dan bom udara. KKB Egianus Kogeya kini menjadi buron paling dicari seantero Irian Jaya oleh TNI-Polri.