November 26, 2020

Eksistensi suku Amungme & Kamoro Tersingkir Sejak Datangnya Freport

kabarmandala.com — Eksistensi manusia suku Amungme dan Kamoro sesuatu yang sangat istimewa yang telah dimuliakan hadir dalam kehidupan manusia Amungme dan Kamoro, sebagaimana eksistensi itu dapat diangkat dan diperjuangkan dan dapat dipertahankan sebagaimana dapat dihargai seperti manusia lainnya baik eksistensi manusianya dan terhadap lingkungannya.

Maka dengan demikian eksistensi manusia Amungme dan Kamoro adalah keistimewaan yang diberikan oleh yang Maha Kuasa maka demikian keistimewaan itu seharusnya dijaga dan dihargai sebagaimana manusia lainnya.  Tapi apa yang terjadi setelah kehadiran perusahan Freeport ditengah-tengah kehidupan kedua suku Amungme dan Kamoro ? Kehadiran perusahan ini membuat eksistensi manusia Amungme dan Kamoro sangat terancam punah baik dari lingkungannya dimana tempat kedua masyarakat ini bertahan hidup dan menafkahi kehidupan keluarga.

Bagaimana masyarakat Amungme dan Kamoro dapat bertahan hidup sekarang sedangkan suku Amungme dan Amungme sangat bergantung pada Alam, namun Freeport datang membongkar dan menguasai setiap lahan yang dijaga oleh suku Amungme sebagai tempat yang keramat. Sementara suku Kamoro percaya bahwa tempat mereka adalah istimewa dari yang Maha Kuasa. Apakah yang sedang terjadi sekarang ketika PT. Freeport meracuni setiap sungai yang menjadi tempat masyarakat mencari ikan, kemudian juga dengan sungai yang dipenuhi limbah perusahaan.

Pergumulan yang sangat dasyat dialami dan digumuli oleh masyarakat kedua suku sejak datangnya Freeport di tengah-tengah kehidupan mereka. Dan hal ini pernah diangkat perjungangkan oleh mama Yosepha Alomang dan mama lainnya. Mereka melawan penindasan Freeport yang diduga membuang tailing ke sungai Aijkwa sehingga merusak SDA seluas 3.300 hektar.

Perlahan kedua suku ini hidup dalam racun yang telah dibuat oleh perusahan raksasa ini. Freeport membahayakan nyawa masyarakat kamoro yang harus mencari ikan sampai di laut-laut. Saya sebagai anak putra daerah sangat geram dengan perlakuan Freeport. Ekploitasi tambang oleh perusahan raksasa milik negara Amerika Serikat itu merusak alam dan berdampak bagi suku Amungme dan Kamoro yang sedang mendiami di sekitar area pertambangan.

Keputusan dan perjanjian yang telah disepakati bersama ialah perjanjian dan keputusan yang diambil dalam perasaan dan suasana masyarakat setempat yang dipengaruhi keterpaksaan suasana oleh para pro Indonesia dengan sifat memaksa. Penambangan ini bukan milik manusia Amungme dan bukan milik manusia Kamoro, ia hadir sebangan pintu pemusnahan manusia Amungme dan kamoro. Bersifat memaksa karena dengan jelas manusia Amungme dan kamoro memahami prinsip-prinsip tentang kehidupan  orang tua  pada zaman itu, mereka lebih berfilosofi tentang kehidupan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Sehingga terjadinya peperangan, pembunuhan dan memutuskan hak-hak manusia Amungme dan Kamoro. Kemudian secara hitam diatas putih mulai memainkan peran-peran yang tidak jelas arahnya, karena penambangan ini hadir ditengah-tengah kehidupan manusia Amungme dan Kamoro sebagai penambangan ilegal tanpa seizin pemilik dan tuan tanahnya hadir dan menyogok dengan keterpaksaan.

Pergumulan yang telah direkam oleh seorang pemilik hak sulung gunung Nemangkawi yang sampai sekarang dampaknya terus mengalir dan masih diderita oleh suku Amungme dan Kamoro. Dalam proses pengolahannya manusia Amungme digusur dari tempat tinggal mereka dengan kekerasan dan setiap tindakan protes dimusnahkan dan memaksakan suku Amungme untuk segerah meninggalkan tempat keramat yang sudah didiami oleh nenek moyang mereka.

Ekploitasi tambang berjalan dengan berbagai perasaan karena perusaan ini hadir sebagai pemicu permasalahan baik dari perang suku hingga perang perampasan hak-hak wilaya yang dirancang oleh oknum-oknum pro kelancaran jalannya penambangan PT. Freeport Indonesia. Dengan demikian aktivitas pertambangan ini digumuli oleh beberbagai kalangan dengan perasaan kepuasaan kehidupan mereka dan demi kenikmatan mereka dan mengusir dan menutupi semua akar permasalahan mereka.