Oktober 22, 2020

Empat Hari Patroli di Hutan, Satgas Yonif 713/ST Amankan 3 Pucuk Senjata Rakitan

kabarmandala.com — Empat hari berpatroli menyusuri hutan, Satuan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif 713/ST, kembali menorehkan prestasi, berhasil mengamankan tiga pucuk senjata rakitan. Pada Selasa (5/11/2019).

Dansatgas Pamtas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol, mengungkapkan, bahwa keberhasilan tersebut karena adanya jalinan kerjasma TNI dengan masyarakat yang selalu melaporkan kegiatan-kegiatan yang mencurigakan, khususnya di wilayah perbatasan dan sekitarnya.

Diceritakan, bahwa informasi awal mengenai adanya senjata di luar organik TNI dan Polri adalah dari warga yang identitasnya dirahasiakan, yang mendengar ada letusan senjata dari dalam hutan saat sedang mancing ikan di telaga yang terletak di dalam hutan dekat Pos Bendungan Tami.

“Pada saat mancing di Telaga yang bersangkutan mendengar suara letusan dari arah dalam hutan dan segera melaporkannya kepada Danpos Bendungan Tami, Letda Inf Joshua Prayogi Saragih, selanjutnya Danpos melaporkannya kepada Dansatgas tentang informasi tersebut,” cerita Letkol Dony.

Dengan adanya laporan tersebut, Letkol Dony  langsung  mendapat perintah untuk melaksanakan patroli keamanan di sekitar telaga tersebut. “Tim patroli yang bergerak dari tanggal 30 Oktober 2019, menyusuri sekitaran telaga hingga hari ketiga Senin, 04 Nopember 2019 pukul 09.00 Wit dengan pimpinan Sertu Ferian (Wadanpos) berhasil mendapatkan hasil, yang mana melihat tumpukan daun kelapa sudah kering yang diduga sebagai tempat peristirahatan orang yang pernah melintas di dalam hutan,” kata Letkol Dony Gredinand.

Dan setelah dilaksanakan pengecekan, didapati sebuah karung yang berisi 3 pucuk senjata rakitan (1 laras panjang dan 2 laras pendek). “Saat ini untuk barang bukti 3 pucuk senjata rakitan (1 laras panjang dan 2 laras pendek) diamankan di Pos Kotis Skouw dan telah dilaporkan kepada Komando Atas,” jelasnya.

“Saya ucapkan atas nama satuan dan pribadi, terimakasih banyak kepada saudara JD, yang telah memberikan informasi kepada Pos kami,” sambungnya. Letkol Dony mengharapkan kerjasama tersebut dapat lebih aktif, sehingga jika melihat atau mendengar yang mencurigakan, demi terciptannya keamanan dan kedamaian di perbatasan, warga bisa langsung melaporkan ke pos keamanan terdekat.