Mei 13, 2021

Energi Terbarukan Wujudkan Papua Terang

kabarmandala.com —¬†Letak geografis yang dikelilingi rangkaian pegunungan Jayawijaya menjadikan Ilaga sebagai wilayah dengan elevasi tertinggi dan terisolasi di Indonesia. Satu-satunya jalur masuk dan keluar Ilaga hanya bisa ditempuh melalui perjalanan udara selama 40 menit dari Timika.

“Dengan diselesaikan pembangunan PLTMH, kami harapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk masyarakat. Bukan hanya hanya sebagai saranan penerangan, keperluan rumah tangga, tapi juga untuk sarana pendidikan dan kesehatan,” ungkap Menteri Arifin Tasrif yang hadir langsung meresmikan pembangkit tersebut.

Kisah Marsia adalah bukti nyata kehadiran Pemerintah memeratakan akses energi ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil seperti Ilaga. Kendati tak mudah mengejar mimpi tersebut, komitmen pembangunan energi bisa tercapai melalui optimalisasi sumber energi lokal. Bahkan Pemerintah yakin bisa memenuhi target bauran energi dari pembangkit Energi Baru Terbarukan sebesar 23% di tahun 2025.

Catatan Kementerian ESDM lima tahun terakhir menunjukan perkembangan kapasitas terpasang PLTMH mengalami perkembangan positif. Mulai dari 90 Mega Watt (MW) pada tahun 2015, 96 MW di tahun 2016, 104 MW (2017), 105 MW (2018) dan angka terakhir yang belum diaudit pada Desember 2019 sebesar 106 MW. Perkembangan ini sejalan dengan harga yang kompetitif sehingga memudahkan jangkauan daya beli masyarakat.

Pembangkit berbasis energi bersih sudah selayaknya tumbuh subur sebagi pengganti terbatasnya energi fosil dan mendukung komitmen dunia terhadap aksi perubahan iklim. Tercatat sepanjang 2019, penambahan kapasitas pembangkit listrik EBT tahun 2019 sebesar 376 MW dan mayoritas datang dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sebesar 182,3 MW. Total, kapasitas pembangkit terpasang EBT pada 2019 sebesar 10.157 MW dengan rincian hybrid sebesar 4 MW, bayu (154,3 MW), surya (97 MW), bioenergi (1.884,6 MW), panas bumi (2.130,6 MW) dan air (5.885,5 MW).

Mendorong geliat energi terbarukan di Indonesia, pada tahun 2020, Pemerintah juga menargetkan peningkatan pada pembangkit berbasis surya menjadi 231,9 MW, bioenergi (2.131,5 MW), panas bumi (2.270,7 MW) dan air (6.050,7 MW). Diharapkan, pertumbuhan pembangkit energi bersih tersebut juga akan meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) semakin mendekati angka 100% pada penghujung 2020 nanti.