Mei 11, 2021

Evaluasi jam malam di Kota Jayapura,tidak ada blokade jalan

kabarmandala.com — Pemerintah Kota Jayapura mengevaluasi pelaksanaan jam malam di wilayahnya untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Blokade jalan yang telah diberlakukan sejak Senin (4/5), kini ditiadakan. “Kita tidak melakukan pembatasan blok jalan dan hal-hal lain, kita ubah dengan pola patroli di malam hari yang juga akan kita ikuti imbauan kepada massa yang berkumpul,” kata Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano pada Sabtu (9/5).

Menurut Tomi, evaluasi ini dilakukan dengan berbagai masukan dan pertimbangan maupun saran kepada Pemerintah Kota Jayapura. Meskipun pelaksanaan jam malam telah berhasil menurunkan kebiasan masyarakat berkumpul-kumpul pada malam hari. Dia juga telah meminta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru agar lebih tegas menindak para pelanggar jam malam. “Jangan hanya preventif dan preentif, tetapi harus lebih tegas lagi,” pesannya.

Soal jam operasional sektor ekonomi di Kota Jayapura, Tomi Mano tidak mengubah batas waktu dalam aturan sebelumnya. Sektor ekonomi tetap berjalan dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT. Keputusan ini menyusul pertimbangan bahwa kota Jayapura adalah kota jasa dan perdagangan, sehingga pembatasan jam operasional tetap mengacu pada aturan yang diberlakukan sebelumnya. “Sesuai surat gubernur atau Pemerintah Provinsi Papua (pembatasan) pukul 14.00 WIT, dengan berbagai pertimbangan kota jasa dan perdagangan serta jumlah penduduk begitu padat, operasional tetap sampai pukul 18.00 WIT,” terangnya.

Pemerintah Kota pun akan menyurati Pemerintah Papua agar dapat memahami kekhususan wilayah Kota Jayapura. “Surat ke provinsi dengan alasan-alasan yang mendasar supaya dapat dimengerti untuk dikhususkan untuk Kota Jayapura,” katanya. Tomi Mano juga menegaskan akan menggelar patroli di siang hari untuk membubarkan warga yang berkumpul-kumpul. Dia menyakini kebijakannya akan menimbulkan rasa kebencian warga terhadapnya.

“Semua kebijakan ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Saya mau katakan, seluruh kebijakan yang saya keluarkan pasti ada yang membenci, tapi itu semua demi keselamatan banyak orang di Kota Jayapura,” ujarnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Jayapura telah memberlakukan jam malam sejak awal pekan ini. Jam malam diberlakukan menyusul meningkatnya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Total 67 kasus dilaporkan terjadi di wilayah Kota Jayapura, 43 pasien dalam perawatan, 21 pasien sembuh dan tiga meninggal dunia. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 460 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 64 orang.