Desember 4, 2020

Faktor yang mengakibatkan onar , Miras Dilarang Beredar di Papua Jelang Pergantian Tahun

kabarmandala.com — Kepolisian Daerah Papua melarang peredaran minuman keras (miras) menjelang pergantian tahun. Alasannya karena dampak miras dikhawatirkan menimbulkan gangguan keamanan di Papua. Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw menyatakan telah memerintahkan para kapolres di jajarannya untuk menghentikan peredaran miras sejak tanggal 30 Desember lalu hingga awal tahun 2020.

“Yang jelas saya sudah memmerintahkan seluruh Kapolres jajaran, peredaran miras mulai hari ini kita hentikan sampai setelah tahun baru 2020. Baik yang pabrikan maupun miras lokal (non-pabrikan),” kata Waterpauw kepada wartawan, Selasa (31/12).

Mantan Kapolda Sumatera Utara ini juga memastikan akan menindak tegas dan memperoses oknum masyarakat yang kedapatan memproduksi miras lokal. “Khusus untuk miras lokal (Cap Tikus, Balo dan Sopi) akan kami tangkap, proses yang memproduksi karena tidak sesuai dengan tata aturan,” tegasnya.

Menurut Waterpauw sapaan Kapolda Papua ini, langkah kepolisian menghentikan peredaran miras juga telah didukung sejumlah tokoh agama. “Itu yang terungkap dalam diskusi dengan para tokoh agama pagi tadi. Mereka meminta seperti itu juga, artinya kami siap menjaga pesta pergantian tahun baru,” tuturnya.

Jenderal Kelahiran Fakfak, Papua Barat ini memandang miras telah menjadi penyebab gangguan keamanan di wilayahnya. Misalnya, kesalahpahaman yang diawali personal menjadi konflik antar kelompok, maupun kecelakaan lalu lintas. “Miras ini menimbulkan gangguan, maka itu penjual miras pabrikan agar dapat bekerjasama (dengan) tidak mengedarkan miras menjelang pergantian tahun baru,”kata Waterpauw.