Mei 11, 2021

Freeport akan Kurangi Pekerja Beresiko Tinggi Dari Tembagapura

kabarmandala.com — Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua terus melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona di Kabupaten Mimika termasuk area kerja PT Freeport Indonesia di Tembagapura. Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika Marthen Paiding mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Freeport Indonesia dimana telah dilaporkan bahwa akan dilakukan pengurangan pekerja dari Tembagapura.

Meski demikian sekda tidak menjelaskan lebih rinci maksud dari pengurangan tersebut, apakah dirumahkan, atau dipekerjakan di daerah dataran rendah. “Mereka (Freeport-Red) sudah laporkan bahwa akan ada pengurangan karyawan khususnya yang beresiko tinggi atau penyakit bawaan seperti, gula, jantung, darah tinggi,” ungkap Marthen, Rabu (13/5).

Kata dia, Freeport telah memiliki data para pekerja yang memiliki resiko tinggi tersebut. Dan saat ini tinggal menunggu waktu untuk dilakukan pengurangan pekerja itu. “Basis datanya mereka sudah punya, tinggal mereka eksekusi untuk mengurangi resiko di area Freeport,” tutur Marthen.

“Freeport juga belum melaporkan jumlah pekerja yang akan dikurangi dari wilayah Tembagapura kepada pemerintah,” “Jumlah belum dilaporkan ke kita pemerintah daerah, tapi suratnya ke Gubernur (tembusannya ke Pemkab) sudah ada bahwa mereka akan melakukan itu,” tutupnya.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama kita dikonformasi seputarpapua.com melalui pesan singkat belum menjawab. Seperti diketahui angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Mimika terbanyak dari Distrik Tembagapura, khususnya karyawan yang bekerja di Freeport dan kontraktor.

Sejumlah cara telah dilakukan manajemen Freeport namun, jumlah kasus terus meningkat. Bupati Mimika Eltinus Omaleng telah menyurati Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan sementara operasional freeport guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.