November 1, 2020

GEMAPI Papua Mengecam Pihak Yang Provokasi dan Menyebarkan Berita HOAX virus Corona di Papua

Kabarmandala.com – “Kami juga mengecam oknum-oknum yang menyebarkan informasi bahwa Virus Corona sengaja dimasukkan ke Papua untuk memusnahkan orang asli Papua, karena COVID-19 sudah ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO,” tegasnya

GEMAPI Papua dalam kesempatan itu, menolak adanya oknum-oknum yang dengan sengaja provokasi dan membiaskan informasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan isu COVID-19 sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan kondusifitas Kamtibmas.

Sementara itu, Kepada Bidang Damai dan Resolusi Konflik, Nancy Yoafifi mengatakan dalam kesempatan ini, GEMAPI juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua agar tidak menyebarkan informasi bohong atau hoax yang terkait dengan COVID-19.

“Untuk mengetahui informasi terkait COVID-19, masyarakat diharapkan agar mengupdate informasi yang dikeluarkan langsung oleh Satgas COVID-19/Dinas kesehatan Provinsi Papua,” jelasnya.

Corona Virus Disease 2019 atau yang lebih dikenal sebagai COVID-19 adalah penyakit yang menyerang system pernapasan manusia. Penyakit ini pertama kali berawal dari Kota Wuhan, China dan akhirnya secara massive meninfeksi ratusan ribu manusia di berbagai negara dan benua sehingga WHO menyebut bahwa COVID-19 merupakan wabah pandemic yang sangat berbahaya.

Keterangan pers disampaikan Sekretaris Jenderal PB GEMAPI, Guntur Widyaswara, Kepala Bidang Kepemudaan dan Kemahasiswaan, Rabi Awal, Kepada Bidang Damai dan Resolusi Konflik, Nancy Yoafifi, di Sekretariat PB GEMAPI, Jalan Raya Abe Sentani, 15.00 Waktu Papua,   Selasa, 31 Maret 2020.

Dalam keterangan pers tersebut disampaikan, bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia mencatat hingga Sabtu, 30 Maret 2020, total positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.155 kasus, sementara 59 orang sembuh dan 102 meninggal dunia, yang dimana angka kejadian pada Provinsi Papua adalah 7 kasus positif dan 43 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) serta 2.311 ODP (Orang Dalam Pengawasan).

“Sampai dengan saat ini, Dinkes Provinsi Papua hingga ke tingkat Kabupaten/Kota serta Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Provinsi Papua telah melakukan upaya-upaya dalam rangka menjaga pengendalian dan pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah Provinsi Papua. Adapun pemberlakuan beberapa aturan ini dinilai telah efektif berjalan dengan adanya dukungan seluruh komponen masyarakat yang berada di Papua,” ujar Sekretaris Jenderal PB GEMAPI, Guntur Widyaswaram di Sekretariat PB GEMAPI, Jalan Raya Abe Sentani, 15.00 Waktu Papua,   Selasa, 31 Maret 2020.

Dikatakan, Gubernur Papua, Lukas Enembe telah melakukan suatu tindakan pencegahan yaitu dengan menutup sementara jalur transportasi dalam rangka membatasi perpindahan penduduk dari dalam dan luar Provinsi Papua serta perpindahan penduduk antar kota di Provinsi Papua. Hal ini juga diikuti dengan sejumlah kebijakan yang membatasi jam operasional semua aktivitas ekonomi serta meliburkansekolah – sekolah dankegiatan ASN dilingkungan Provinsi Papua. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang lebih luas.

Adapun, munculnya kebijakan ini telah menimbulkan kontroversi didalam dan diluar daerah Provinsi Papua, namun  jika ditilik dari upaya pengendalian penyakit menular, kebijakan ini adalah hal yang tepat untuk melindungi rakyat Papua.

“Tetapi yang sangat disayangkan, terdapat oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menyebarkan beberapa berita hoax, berita bohong dan berita provokatif yang sengaja disebarluaskan. Berita-berita tersebut berisi tentang berbagai macam informasi yang kemungkinan jika tidak dilakukan klarifikasi, akan menimbulkan kegaduhan,” kata C yang dibenarkan Kepala Bidang Kepemudaan dan Kemahasiswaan, Rabi Awal.

Untuk itu  Gerakan Masiswa Papua Indonesia menyatakan mendukung kebijakan pemerintah Provinsi Papua yang memberlakukan penghentian sementara akses masuk-keluar pesawat penumpang dan kapal penumpang di Provinsi Papua guna mencegah penyebaran COVID-19.

“Mendukung gugus tugas percepatan penanggulangan COVID-19 Papua dalam menangani wabah Virus Corona di seluruh wilayah Provinsi Papua,” tutur Sekretaris Jenderal PB GEMAPI, Guntur Widyaswara.

Guntur Widyaswara meminta, Pemerintah Provinsi Papua segera menetapkan satu rumah sakit yang berada di wilayah Kota Jayapura, khusus menangani pasien COVID-19 dan tidak melayani pasien lain, sehingga pasien-pasien selain pasien COVID-19 bisa berobat ke Rumah Sakit lainnya.

Nancy Yoafifi melalui GEMAPI Papua meminta, kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Polda Papua menindak tegas oknum pedagang yang memanfaatkan kasus COVID-19 untuk menimbun serta menaikkan harga barang.

“Pemerintah Provinsi Papua dan DPR Provinsi Papua segera menyediakan penambahan ventilator guna mengantisipasi lonjakan pasien dan menambah Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis sehingga mengurangi resiko keterpaparan COVID-19,” kata Nancy.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kepemudaan dan Kemahasiswaan, Rabi Awal menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar menjalankan Social Distancing dan Phsycal Distancing, serta tidak terpengaruh dengan adanya ajakan-ajakan provokasi untuk terlibat dalam aksi ataupun kegiatan yang bersifat massal.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menuruti himbauan Pemerintah Provinsi Papua maupun Pemerintah Pusat terkait pengendalian dan pencegahan penyebaran COVID-19,” pesannya.