Oktober 28, 2020

Gubernur Papua Barat Ingatkan Jaga Kerukunan Umat Beragama Saat perayaan Natal bersama

kabarmandala.com — Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan hadir dalam perayaan natal bersama Polda Papua Barat bersama masyarakat dan intansi terkait lainnya. Tema  dalam perayaan natal itu adalah “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang” dengan mengambil sub tema: “Dengan persaudaraan kita melayani dengan hati untuk jaga Papua Barat dalam kasih dan damai”

Dalam refleksi perayaan natal bersama itu, Pendeta Risuli Lubis menyebutkan hidup sebagai sahabat bagi semua orang sangat tidak mudah, karena setiap manusia punya ego, dan hidup ini penuh dengan dinamika.“Namun, biarlah orang mencaci maki dan menuding tanpa bukti, ampuni mereka. Tetap setia lah bekerja melayani masyarakat di Papua Barat. Tuhan akan memperhitungkan kinerjamu, walaupun pimpinanmu tidak memperhitungkan. Bekerjalah dengan sukacita,” ujarnya, Selasa malam, 14 Januari 2020.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan berharap kepada Polda Papua untuk menjaga dengan baik tanah Papua dengan cara kasih dan damai. “Jika ada kedamaian, maka semua umat di tanah Papua Barat akan hidup rukun antar umat beragama serta terjalin persaudaraan dengan baik,” ujar Domingus yang juga sebagai Kepala Suku Besar Arfak ini.

Lanjut Dominggus, Provinsi Papua Barat mendapat urutan pertama kerukunan umat beragama dari 34 Provinsi Papua Barat berdasarkan survei dari Badan Litbang Keagamaan dan hal ini telah dikaji langsung di setiap provinsi. “Kami semua bersyukur telah melewati tahun 2019 dan kini 2020. Ini semua tidak terlepas dari dukungan dan doa semua orang bagi kita semua. Namun kita semua harus saling mendukung dan saling menopang dalam doa,” jelasnya.

Dominggus juga berterima kasih kepada masyarakat setempat yang telah menjaga keamanan pada perayaan natal dan tahun baru dengan aman dan damai. Sementara itu, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Tornagogo Sihombing mengatakan Manokwari adalah tanah yang diberkati, sebab kehangatan dan kebersamaan di Manokwari atau Papua Barat pada umumnya merata.

“Harmonisasi antara pemerintah, komunitas lintas agama, kelompok adat dan segenap masyarakat yang diletakkan pada tujuan yang sama yaitu mempererat ikatan solidaritas,” ujarnya. Kata Kapolda Papua Barat, filosofi satu tungku tiga batu “Dalihan Na Tolu” mengajarkan semua umat di bumi ini untuk teru bersinergi dengan harmonis antara tiga elemen masyarakat yaitu adat agama dan pemerintah.