Oktober 23, 2020

Gubernur Papua Barat mendasak desakan agar meutup semua akses masuk ke Provinsi Pabar

kabarmandala.com — Sejumlah pihak di Manokwari, mendesak Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, beserta jajarannya segera mengambil sikap untuk menutup akses transportasi laut dan udara di Papua Barat. Hal itu sebagai langkah pencegahan wabah Covid-19.

Salah satu desakan untuk menutup akses transportasi, digelar dalam bentuk aksi bisu oleh kelompok solidaritas warga Manokwari, dengan membentangkan sejumlah spanduk di jalan raya, hingga mendatangi Sekretariat Satgas Covid-19 Papua Barat.

Peserta Aksi Bisu, Adolof Tapilattu, mengatakan warga Manokwari tidak tinggal diam di tengah mewabah Virus Corona yang terus memakan korban jiwa. Salah satu langkah pencegahan, yaitu dengan membatasi masuknya orang dari luar melalui bandar udara dan lelabuhan laut. “Kami desak Gubernur Papua Barat, agar segera menutup akses penerbangan dan pelabuhan laut di seluruh kabupaten/kota di Papua Barat, sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona,” ungkapnya.

Sementara, Direktur eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, menyatakan bahwa sikap dan keputusan Gubernur Lukas Enembe untuk menutup akses transportasi laut dan udara di Jayapura, Papua sangat tepat karena mengutamakan kemaslahatan orang banyak atau melindungi Hak Asasi Manusia (HAM) rakyatnya.

“Langkah tegas Enembe ini tertuang dalam Bab V pasal 71 dan 72 UU RI No.39 Tahun 1999 tentang HAM. Bahkan, ketegasan Enembe juga di atur dalam amanat pasal 59 ayat (2) UU RI No.21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua,” ujar Warinussy. Oleh sebab itu, kata Warinussy, sikap tegas Enembe dan jajarannya dalam menyikapi bahaya Pandemi Covid-19 di Papua, sangat berdasar hukum atau legal.

“Sepatutnya, langkah tegas Enembe mendapat respon positif dari Pemerintah pusat. Legalits hukum dari langkah dan keputusan Gubernur Enembe, seyogyanya dapat memberi motivasi dan keberanian bagi Gubernur Papua Barat, untuk mengambil langkah positif dalam pekan ini,” ujar Warinussy.

Berdasarkan data, sejak menetapkan Provinsi Papua Barat dalam status siaga darurat Corona bersamaan dengan peresmian Sekretariat Satgas Covid-19, Gubernur Mandacan, menyatakan tak ada lockdown di wilayah Papua Barat selama berstatus siaga.