Oktober 20, 2020

Gubernur Papua Dinilai Langgar Aturan Pembatasan Covid-19 karena lakukan Cek Kesehatan ke Jakarta

kabarmandala.com — Gubernur Papua Lukas Enembe diterbangkan ke Jakarta guna melakukan general check up di RSPAD Gatot Soebroto pada Selasa (14/4/2020) dini hari. Kini kondisi Lukas diketahui sudah mulai stabil. Namun, keputusan Enembe berobat ke Jakarta dinilai melanggar hukum akibat kebijakan yang dibuatnya sendiri. Pasalnya, pemerintah Provinsi Papua sendiri telah mengeluarkan kebijakan pembatasan keluar-masuk orang atau lockdown selama Covid-19.

“Pak Gubernur kan yang mengambil keputusan untuk me-lockdown Papua. Pastinya beliau sudah mempertimbangkan hal-hal yang akan terjadi, persoalan seperti ini bukan hanya saja dialami oleh beliau tapi ada beberapa orang yang ingin berobat ke Malaysia,” kata Dosen Universitas Cenderawasih Marianus Yaung dalam keterangannya, Rabu (22/4).

Menurut Marianus, jika benar Enembe hanya check up kesehatan di RSPAD, seharusnya ia segera kembali ke Papua. Bukan malah menyerahkan perannya kepada wakil gubernur atau sekretaris daerah. Sebab, tanggung jawabnya sebagai kepala daerah sangat besar, mengingat saat ini Indonesi tengah diserang pandemi Covid-19.

“Jangan malah beliau meninggalkan daerah cukup lama, karena beliau memiliki tanggung jawab terhadap rakyat. Selain itu, beliau juga harus bisa mengambil keputusan dan harus mengevaluasi kebijakan lockdown ini. Hal seperti ini harusnya memang ada campur tangan pemerintah pusat mengecek keberadaan beliau saat ini,” jelasnya.

Karena itu, Marianus menghimbau kepada Lukas agar segara kembali ke Papua. Apalagi, keadaan Papua saat ini tengah genting akibat Covid-19. “Kami berharap beliau kembali ke Papua, jangan malah meninggalkan Papua dalam keadaan seperti sekarang ini. Terlebih jumlah yang mengalami positif pandemi covid-19 sudah meningkat sampai 107 orang,” tuturnya.

Selain itu Marianus menilai, upaya Pemprov Papua dalam menanggulangi wabah corona sangat minim. Khususnya dalam alokasi anggaran penanganan, sumber daya manusia (SDM), dan alat kesehatan. Ia berharap segala persoalan tersebut bisa diatasi. Jika tidak, wabah corona di wilayah itu kondisinya diperkirakan bakal memburuk.

“Seharusnya bisa ratusan miliar untuk menangani covid-19 ini. Karena kesiapan di Papua sangat buruk sekali. Dokter di Papua terutama dokter paru-paru sangat sedikit sekali, dan alat kesehatan sangat terbatas sekali. Saya pikir dana PON bisa dilarikan sementara untuk menangani covid-19 yang lebih berkualitas di Papua,” paparnya.

Untuk diketahui, Gubernur Papua Lukas Enembe diterbangkan menggunakan pesawat sewaan Batik Air dengan nomor penerbangan LWB. Lukas didampingi dokter pribadi ke Jakarta. Gubernur Lukas Enembe diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan kesehatan tahunan rutin yang waktunya sudah lewat. Namun, hingga saat ini keadaanya sudah stabil. Akan tetapi kepualangan Lukas ke Papua belum diketahui.

“Kondisi Pak Gubernur saat ini sudah ada di RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan beliau sedang melakukan check up, sampai kapan beliau di sana tergantung dari dokternya,” kata Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Ridwan Rumasukun.