Oktober 26, 2020

Ketua DPP PAN, Zulkifli Hasan

Hadapi Pilkada 2020, Zulkifli Hasan Beri Keistimewaan Pengurus PAN Papua

Kabarmandala.com JAYAPURA – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional ( PAN) Zulkifli Hasan menargetkan kemenangan di 7 dari 11 kabupaten di Papua yang menggelar Pilkada di 2020. “Pilkada 2020 di Papua, kita paling tidak akan rebut di 7 kabupaten,” ujarnya di Jayapura, Sabtu (4/1/2020). Target tersebut ia pandang realistis jika berkaca dari capaian PAN pada Pileg 2019 di Papua.

Pada pesta demokrasi tersebut, dari Papua, PAN mendapat 2 kursi DPR RI dan 41 kursi DPRD, dan memperoleh unsur pimpinan di beberapa kabupaten.

Oleh karena itu, menghadapi Pilkada 2020, proses pemilihan calon kepala daerah akan diserahkan sepenuhnya kepada pengurus di daerah. “Papua ini kan jauh, harus diberi kepercayaan, karena itu saya sudah (punya) pengalaman menyusun caleg DPRD dan DPR RI kemarin, prestasinya luar biasa.

Karena itu Pilkada saya serahkan penuh kepada perwakilan daerah, mana yang mereka minta saya setuju saja,” tutur Zulkifli. Kunjungannya ke Papua di awal 2020, terangnya, juga merupakan wujud apresiasi terhadap pengurus PAN di Papua atas capai pada Pileg 2019. “Saya memang sudah lama ingin bertemu dengan kawan-kawan di sini, pertama tentu (untuk) memberikan apresiasi karena prestasinya (DPW PAN) Papua luar biasa, yang terbaik di tanah air,” kata Zulkifli.

Sementara, menurut Ketua Dewan Pengurus Wilayah PAN Papua, Abock Busup, selain di Yahukimo yang merupakan basis terkuat PAN saat ini, ada beberapa kabupaten lain yang diyakini bisa dimenangkan. Hal itu karena di beberapa wilayah tersebut, PAN memiliki kursi DPRD yang cukup untuk mengajukan calonnya sendiri.

“Kita menang (Pileg) di Waropen kita dapat 4 kursi itu bisa mencalonkan diri, di Yalimo sudah 3 kursi bisa maju sendiri, Supiori kita sudah 2 kursi bisa pasangkan wakil, Ketua DPD PAN juga mau maju di Boven Digoel,” kata dia. Namun, Abock menegaskan bila PAN tetap akan mengevaluasi para calon kepala daerah yang mendaftarkan diri dan melakukan survei. Diakuinya, PAN akan memprioritaskan kadernya, namun faktor kepopuleran juga cukup menentukan.

“Pasti tetap ada survei karena kita lihat dari masyarakat, kalau memang kurang begitu bagus, saya perintahkan untuk tidak perlu maju,” terang Abock.