Desember 1, 2020

Harga Ikan Laut di Jayapura, Sebanding Dengan Dua Kilogram Emas

kabarmandala.com — Harga ikan laut di pasar pelelangan ikan Hamadi, Kota Jayapura beberapa pekan terakhir terus melambung tinggi. Tidak tanggung-tanggung harga ikan laut di pasar ini, tembus hingga Rp. 1,5 juta per ekor. “Harga ikan saja sudah sama dengan kita beli emas 2 kilogram, mahal sekali ikannya,” gerutu Yuyun, warga Kota Jayapura, Selasa (24/12/2019).

“Saat ini harga satu kilogram emas di pasar dikisaran Rp. 665.000/kilogram, dibanding dengan harga ikan yang lumayan tinggi, dan kita membeli emas, kita bisa mendapatkan 2 kilogram emas,” tambah Yuyun. Yuyun bukalah satu-satunya warga Kota Jayapura yang terperangah dengan harga ikan laut di Kota Jayapura saat ini. Taurah warga Hamadi juga mengaku kaget dengan harga ikan yang di bandrol hingga jutaan rupiah.

“Itu ikan apa yang kita makan? Ikan emas kah? Kenapa mahal sekali?,” tanya Taurah terheran-heran. Rahmad, salah satu pedagang ikan di pasar pelelangan ikan Hamadi mengaku, ikan yang dipatok seharga Rp. 1 juta – Rp. 1,5 juta per ekor adalah ikan tuna berukuran besar. Biasa ikan tersebut dibeli oleh pelanggan tertentu atau mereka yang bergerak di sektor industri.

“Harga segitu yang beli biasanya para pedagang di warung atau mereka yang punya bisnis rumahan, bikin ikan abon dan lain-lain. Tapi kalau masyarakat biasa, mereka biasanya beli yang harga Rp. 500.00 – Rp. 700.000 per ekor, yang ukurannya lebih kecil dari harga satu jutaan,” terang pria asal Sulawesi ini.

Rahmad membeberkan, ikan laut seharga Rp. 1 juta – Rp. 1,5 juta per ekor adalah ikan tuna dengan bobot 20 hingga 25 kilogram. Ikan ini tidak disediakan setiap harinya di lokasi pasar pelelangan ikan, namun ikan akan disediakan jika pelanggan membuat janji terlebih dulu.

“Kalau mau beli baru mereka  minta kita ambilkan, karena ikannya kita simpan di gudang ikan disitu,” jawab Rahmad sambil menunjuk ke arah lokasi tempat penyimpan ikan laut oleh para nelayan di pasar ikan Hamadi. Bapak Nena, nelayan di Hamasi mengaku, tingginya harga ikan laut diakibatkan tingginya gelombang di perairan laut Jayapura, yang menyebabkan nelayan enggan untuk melaut.

“Kita melaut idak jauh-jauh, paling hanya disekitar pasir dua situ. Dan Cuma sebentar saja kuta sudah balik karena gelombang tinggi sekarang. Tapi ikan – ikan kecil harga murah, kayak kembung itu, Cuma Rp. 35.000,” ugkap Nena. BMKG wilayah V Jayapura menyebutkan tinggi gelombang di perairan laut Jayapura mencapai tiga meter. Diperkirakan ketinggian gelombang diperairan laut Jayapura akan terjadi hingga awal tahun 2020 nanti. Kondisi ini, menjadi atensi bagi para nelayan, khususnya nelayan tradisional yang masih menggunakan perahu dan peralatan melaut seadanya.

“Tinggi gelombang 1,5 meter saja, itu sudah harus diwaspadai nelayan, apalagi ini gelombangnya mencapai tiga meter. Nelayan harus lebih berhati-hati lagi.” Kata Ezri Ronsumbre, Kelapa Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG wilayah V Jayapura.