Maret 7, 2021

Harimau hutan serang warga saat selesai mandi

kabarmandala.com — Martam (62), seorang petani diserang harimau usai mandi di pancuran yang terletak di dekat kebunnya, Dusun Talang Resam, Desa Penindaian, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) Kamis (9/1) sekitar pukul 17.30. Martam selamat dengan luka cakaran di kakinya setelah sempat melawan harimau dan melarikan diri.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Martialis Puspito mengatakan, sebelum kejadian warga Desa Kota Agung, Kececamatan Semende Darat Tengah Kabupaten Muara Enim tersebut bersama anaknya, Dodi, mandi dan mencuci di pancuran yang terletak dekat dengan kebunnya. Saat sedang berjalan pulang menuju pondoknya, Martam merasa seolah ada yang menahan langkahnya di bagian paha. Saat menoleh ke belakang, Martam terkejut yang menahannya tersebut seekor harimau. Martam mengaku sempat bertatapan dengan harimau tersebut hingga cengkeraman cakar harimau tersebut dilepaskan.

Dirinya berujar, lokasi penyerangan harimau tersebut berada di wilayah penyangga Bukit Jambul Gunung Patah yang dikelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Semendo. Jarak dari lokasi kejadian ke batas hutan lindung terdekat sekitar 600 meter. Sementara setelah dicek, kebun milik korban berada di luar kawasan hutan lindung.

“Beberapa hari sebelumnya terdapat perjumpaan warga (dengan harimau) di wilayah Tanjung Laut yang masih berdekatan dengan TKP ini, sekitar 58 meter dari batas hutan lindung,” tambah Ito. Sementara itu Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan berujar, pihaknya sebelumnya sudah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada warga di desa tersebut. Karena di desa terdekat, seorang warga sudah tewas akibat serangan harimau saat sedang mandi di sungai.

“Sekarang korban itu sudah dievakuasi tim satgas bersama warga. Kondisinya hanya luka gores ringan dan tidak parah. Untuk kamera trap dan boks trap yang kita pasang juga belum ada hasil padahal sudah disediakan kambing sebagai umpan,” ujar Genman.