Desember 1, 2020

Impian Indonesia miliki kapal induk pertama akan terwujud ??

kabarmandala.com — Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pernah mengutip adagium, bahwa strong will do what they can and the weak suffer what they must. Di mana artinya, yang kuat akan berbuat sekehendaknya sementara yang lemah harus menderita. Bahkan dirinya sempat membandingkan kekuatan militer Indonesia dengan Singapura, dan posisi negara ini dalam konteks itu masih lemah.

Kini, Prabowo telah menjadi Menteri Pertahanan, dan meneguhkan penilaiannya dengan menyebutkan untuk modernisasi alutsista harus dilakukan secara kompleks. Cara yang harus ditempuh adalah dengan mengubah sistem guna mencegah kebocoran anggaran, mengurangi praktik korupsi dan mencegah mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri.

Menurut Prabowo, jika semua itu bisa dilakukan pemerintah, maka dengan mudah Indonesia bisa mengamankan anggaran guna membangun angkatan perang modern. Bicara kekuatan militer, Indonesia sebenarnya sudah mulai membangun hal tersebut.

Namun belum terlalu masif. Saat ini sudah cukup baik perkembangannya, tapi butuh lebih dari sekadar penilaian ‘cukup baik’ untuk bangsa dan negara sebesar Indonesia. Dalam produksi alat tempur bagi tiga matra TNI, Indonesia punya perusahaan-perusahaan andalan seperti PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Dari ketiga perusahaan tersebut, Indonesia tercatat sudah memproduksi beragam alutsista modern yang digunakan oleh TNI, bahkan beberapa di antaranya sudah diekspor ke negara lain yang ingin membangun kekuatan militernya. Saat ini, Menhan Prabowo memiliki tandem Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, mantan Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Bila dilihat dari kondisi Indonesia saat ini, kemungkinan ada anggaran besar, tapi source-nya harus jelas dengan penggunaan yang berimbang. Dalam artian, berimbang bahwa keperluan membangun pertahanan juga harus sejalan dengan visi dan misi Presiden Jokowi yang sedang memperkuat ekonomi dan SDM di Indonesia.

Pertama, Indonesia harus progres dalam pengadaan persenjataan militer, sesuai impian rakyat yang ingin punya negara dengan kekuatan militer yang tak dipandang sebelah mata oleh dunia Internasional. Kalau kita lihat ke belakang, salah satu contoh impian yang menjadi nyata adalah bagaimana dulu Indonesia ingin memiliki pesawat kepresidenan seperti layaknya Air Force One milik Amerika Serikat. Ternyata impian itu berhasil diwujudkan oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kedua, Indonesia merupakan negara maritim, progres alutsista yang menjadi impian rakyat Indonesia sudah tentu sebuah kapal induk militer. Mungkin, itulah puncak kejayaan militer Indonesia yang sesungguhnya. Akan tetapi bila Prabowo Subianto berhasil mewujudkannya, hal tersebut bakal menjadi sesuatu yang luar biasa dalam sejarah militer Indonesia. Dapat dipastikan, akan terukir selamanya Presiden Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subianto sebagai pemimpin revolusi dalam sejarah militer Indonesia.

Sebenarnya isu memiliki kapal induk militer ini sudah bergulir sejak medio 2017 silam, bahkan sudah ada rencana serius untuk memiliki kapal raksasa tersebut, tetapi tak ada kelanjutan hingga pergantian kabinet. Lantas bisakah Menhan Prabowo Subianto mewujudkan impian KRI Nusantara ini menjadi kenyataan di kepemimpinan Presiden Jokowi? Mari kita tunggu saja.