Oktober 21, 2020

Inilah Fakta yang Ditemukan Kapolda Papua Terkait Kecelakaan Berujung Penganiayaan Brutal di Dogiyai

kabarmandala.com —¬†Untuk memastikan kejadian sebenarnya, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, pada Minggu (1/3), mendatangi lokasi kecelakaan berujung penganiyaan sopir truk hingga tewas di jalan raya Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai. Kedatangan Kapolda Papua dan rombongan disambut Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa, Bupati Nabire Isaias Douw, Kapolres Nabire, Kapolres Paniai, Kapolres Deiyai dan Forkopimda setempat.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM. Kamal mengatakan, di lokasi kejadian Kapolda menerima penjelasan terkait kronologis, serta upaya-upaya yang telah dilakukan oleh anggota Polres Nabire bersama anggota Mapolsek Kamu di Dogiyai. Kasat Lantas Polres Nabire AKP Hendra Krisnawan di hadapan Kapolda menjelaskan, bahwa telah terjadi kecelakaan ganda pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2020.

Diketahui, sepeda motor yang dikendarai Demianus Mote melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Dogiyai menuju Distrik Kamu Utara, kemudian menabrak seekor babi. Demianus Mote tidak dapat mengendalikan sepeda motornya dan oleng ke sebelah kanan, lalu terserempet bamper mobil truk yang dikemudikan Yus Yunus dari arah berlawanan.

“Akibatnya, Demianus Mote meninggal dunia di tempat kejadian,” kata AKP Hendra, dikutip Kombes Kamal. Sementara sopir truk Yus Yunus memberhentikan kendaraanya dan meminta bantuan menggunakan radio kepada rekannya. Ia juga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kamu, selanjutnya polisi mendatangi TKP.

Kamal mengatakan, dari hasil olah TKP menunjukkan bahwa masing-masing kendaraan dalam kecepatan tinggi dan berupaya saling menghindar, melihat bekas rem mobil truk sepanjang 28 meter. Posisi mobil truk berjarak 31,70 meter dari titik tabrakan, berada diluar badan jalan sebelah kiri dari arah kendaraan. Sedangkan posisi motor dari titik tabrakan berjarak 14,20 meter berada diatas badan jalan kiri arah Paniai.

Massa Brutal

Usai kecelakaan, aparat kepolisian menggunakan mobil patroli Polsek dan mobil patroli Brimob menerobos masuk melewati semak belukar dimana jalan ke TKP sudah dipalang dan dijaga masyarakat banyak. Sesampainya di TKP, aparat berupaya melindungi sopir truk yang sudah dikerumuni massa cukup banyak. Mereka berupaya mengevakuasi sopir ke dalam mobil patroli.

“Namun dengan situasi massa yang mulai brutal, sehingga supir truk tersebut terseret dari dalam mobil. Kami memberikan tembakan peringatan sesuai perintah Wakapolsek namun massa malah semakin brutal,” kata Kombes Kamal mengutip penjelasan Kapolsek Kamu.

Pada saat itu, menurut pengakuan Kapolsek Kamu, massa sudah tidak takut dengan senjata dan mereka berupaya mendatangi anggota brimob yang membawa senjata laras panjang. “Selanjutnya saya memerintahkan agar anggota menjauh dari masyarakat karena kami melihat massa menggunakan sajam parang dan besi panjang,” katanya. Setelah sopir truk dikeroyok hingga terjatuh, massa kemudian membubarkan diri. Aparat yang berada di TKP meminta bantuan untuk menyiapkan mobil ambulance untuk mengevakuasi kedua korban.

Diperiksa Propam

Dalam peristiwa ini, berbagai pihak menyoroti anggota kepolisian yang berada di lokasi kejadian. Polisi ditengarai tidak mengambil tindakan sesuai SOP dan juga upaya penyelamatan hingga Yus Yunus tewas dianiaya massa.Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw memastikan anggota polisi yang mendatangi TKP akan diperiksa oleh Propam karena adanya korban jiwa dari tindakan main hakim sendiri oleh sekelompok massa.

“Akan dilakukan pemeriksaan apakah selama berada di TKP sudah sesuai SOP atau belum. Kepada Kasat Lantas agar melakukan penyelidikan dan penyidikan begitupula dengan Sat Reskrim,” katanya.Waterpauw menyampaikan empati dan duka mendalam kepada semua pihak terutama keluarga korban laka lantas Demianus Mote dan sopir truk korban penganiayaan Yus Yunus.

“Saya telah melihat secara langsung TKP dan menerima penjelasan terkait kejadian ini,” kata dia. Fakta dalam kecelakaan itu, sebut Kapolda, adalah terjadi kecelakaan ganda dimana korban sepeda motor dengan kecepatan tinggi menabrak babi, kemudian dari arah berlawanan truk kecepatan tinggi sempat menyenggol korban dan terseret kurang lebih 12 meter.

“Siapapun tidak bisa menghindar melihat situasi jalan yang menurun dan sepi sehingga pengendara dominan berkecepatan tinggi,” katanya.Menurutnya, perlu dibuat rambu-rambu jalan guna mengurangi kecepatan kendaraan sehingga kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali.”Kami meminta kepada semua pihak untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terprovakasi oleh orang-orang yang akan memanfaatkan situasi ini,” imbuhnya.

Bukan Karena Babi

Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa menegaskan, dirinya sangat tidak setuju akan informasi yang sedang viral di media sosial bahwa “kematian babi dibalas dengan kematian orang”. “Statment itu tidak benar, kejadian ini merupakan kriminalitas yang dapat diproses secara hukum,” tegasnya.

Ia berharap kepada masyarakat Dogiyai agar tetap tenang sebab masalah tersebut tentu saja ada jalan keluar penyelesaiannya. “Oleh karena itu, saya minta supaya kondisi keamanan dapat dijaga bersama-sama. Saya rasa perlunya pendekatan sosial dan secara budaya karena pemahaman untuk masyarakat umum Dogiyai agar mereka memahami apa yang terjadi,” katanya.

Menurut dia, kehadiran Kapolda Papua langsung di TKP menunjukkan bahwa ada keseriusan dalam menyikapi persoalan ini. “Karena itu, kepada pihak korban percayakan pada Pemerintah dan Kepolisian dalam menangani permasalahan ini,” imbuh Bupati Dogiyai.