Oktober 20, 2020

Jaga Suasana Kondusif, Bupati Jayawijaya Minta Warga Tetap Beraktivitas

kabarmandala.com — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya minta warganya tak terpancing isu provokatif yang saat ini banyak beredar. Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua menyebutkan saat ini tersiar banyak isu ditengah masyarakat yang menyebutkan bahwa Wamena, sebagai ibukota Kabupaten Jayawijaya akan dilaksanakan isu unjuk rasa besar-besaran.

“Banyak warga resah dan bingung. Isu unjuk rasa yang melibatkan banyak orang katanya dilakukan pada senin, lalu ada juga yang bilang selasa, rabu. Tapi masyarakat sendiri,  tenang-tenang saja,” kata Jhon, Senin 2 September 2019. Selaku kepala daerah, ia meminta masyarakat jangan terlalu menanggapi isu tersebut. Sebab yang menyebarkan isu itu pun, tidak ada yang tahu.

“Kami tetap berusaha dengan aparat keamanan untuk memberikan jaminan keamanan dan situasi kondusif di Jayawijaya,” ujarnya. Bupati Jhon juga meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya, termasuk para pedagang atau pelaku ekonomi lainnya tetap membuka tempat usaha dan pelayanannya kepada masyarakat umum. ”Masalah keamanan tangggung jawab kapolres dan dandim. Petugas keamaan di Jayawijaya sudah memiliki prosedur tetap dalam pengamanan daerah ini,” katanya.

Untuk mengantisipasi keamanan di Wamena, Polres Jayawijaya mendapatkan tambahan 300 personil Brimob dari Bangka Belitung. Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadya menyebutkan penambahan pasukan telah dilakukan sejak Minggu, 1 September 2019.

Cyber crime sudah memantau kelompok-kelompok tertentu yang akan membuat masalah atau menyebarkan isu, sehingga mempengaruhi kondisi masyarakat. Kami terus membantu perkembangannya,” ujar Tonny. Untuk menyikapi masalah ini, aparat keamanan telah bersepakat dengan muspida setempat, untuk tetap menjalankan patroli setiap hari seperti sedia kala.

“Puji Tuhan hingga hari ini tak ada pergerakan massa. Kami pun telah berkoordinasi dengan FKUB dan tokoh masyarakat, adat dan agama  untuk tetap menjaga Wamena secara bersama-sama,” jelasnya.

Tonny menambahkan, kepolisian setempat telah menyebarkan sosialisasi kepada masyarakat, terkait maklumat Kapolda Papua, untuk tidak melakukan demonstrasi  dengan membawa senjata tajam dan tidak menyebarkan hoaks. “Kami akan membubarkan pengunjuk rasa, jika tak sesuai aturan,” jelasnya.