Oktober 26, 2020

Jalur rawan di daerah Wamena telah ditutup

kabarmandala.com — Panglima Kodam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Assaribab menegaskan, untuk masalah pengamanan di Wamena pasca terjadi kerusuhan dan kasus penikaman yang menewaskan seorang warga di Distrik Wouma, Sabtu (12/10) lalu, aparat gabungan TNI-Polri akan membantu Pemkab Jayawijaya mnutup jalur-jalur yang dianggap daerah rawan.

Penutupan jalur-jalur yang dianggap rawan ini dilakukan agar situasi keamanan di Wamena bisa kembali normal. Menurutnya, secara pribadi Pangdam Herman Asaribab mengaku telah melihat langsung jumlah personel gabungan yang menjalankan tugas menjaga Kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya. Personel yang ada menurutnya sudah cukup banyak, sehingga mereka bisa diandalkan menutup tempat-tempat yang dinilai rawan atau daerah yang sering terjadi aksi teror dan kejahatan lainnya.

“Kami sudah melihat sinergitas aparat TNI-Polri yang ada di Jayawijaya. Mereka akan berperan menutup jalur masuk daerah –daerah yang dianggap rawan ke kota Wamena sehingga aktivitas masyarakat dalam kota bisa kembali seperti semula,”ungkapnya usai gelar pasukan di halaman gedung DPRD Jayawijaya, kemarin.

Menurut mantan Pangdam XII/Tanjungpura ini, gelar pasukan ini sekaligus ingin melihat kekuatan dan sinergitas TNI-Polri dalam membantu Bupati Jayawijaya meningkatkan situasi Kamtibmas. Agar pemerintah dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitasnya dengan lancar.

“Kekuatan yang kita punya sudah digelar dan cukup untuk melakukan pengamanan di Jayawijaya. Kita juga telah sepakat untuk melakukan tidakan tegas terhadap setiap pelaku yang mencoba mengganggu Kamtibmas di Jayawijaya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan gelar pasukan ini dilakukan untuk mengkonsolidasi jumlah personel yang ada di Wamena. Baik itu personel TNI-Polri yang organik maupun satuan tugas BKO dari berbagai wilayah di nusantara.

“Ada 385 personel gabungan yang mewakili rekan-rekannya yang lain. Kami memberikan motivasi dan atensi dari pimpinan untuk melakukan tugas dengan baik atau membawah amanah mengamankan keadaan kota Wamena sehingga bisa aman dan terkendali,” tegasnya.

Sementara Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan, setelah melihat kesiapan pasukan gabungan yang ada di Jayawijaya, ia berharap masyarakat juga bisa menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. Supaya tidak mengganggu aktivitas dalam pemerintahan maupun di wilayah Kabupaten Jayawijaya.

“Saya ingin masyarakat Jayawijaya juga senantiasa menjaga diri agar terhindar dari masalah-masalah kriminalitas yang bisa mengganggu aktivitas pemerintahan dan masyarakat di seluruh Jayawijaya,”tutupnya.