Oktober 20, 2020

Jangan Ludah Pinang di Sembarang Tempat karena Berpotensi Sebarkan Corona

kabarmandala.com — Makan pinang, kapur dan sirih adalah salah satu tradisi turun temurun yang ada di Papua sejak dulu hingga saat ini. Makan pinang diyakini memiliki beragam manfaat, salah satunya menguatkan dan mencegah gigi berlubang. Namun, dibalik dampak positifnya, ternyata ludah pinang memiliki dampak negatif. Selain yang selama ini dikenal karena mengotori lingkungan atau tempat umum karena warna pinang yang susah dibersihkan, ternyata ludah pinang juga dapat menularkan berbagai macam virus dan bakteri. Salah satunya yang saat ini sedang mewabah yakni virus corona (Covid-19).

Ludah pinang dari pengidap virus corona yang dibuang sembarang di tempat umum seperti di bandara, pelabuhan, rumah sakit dan tempat lainnya rentan menularkan virus corona. Melarang orang Papua makan pinang adalah kemustahilan, karena hal itu sudah membudaya, bahkan hasil panen buah pinang dan berjualan buah pinang dapat menghidupi keluarga.

Yang harus dilakukan adalah mejaga kebersihan diri dengan tidak membuang ludah pinang di sembarang tempat. Sebaiknya ludah pinang dibuang dalam bungkus plastik, bila perlu plastiknya didobel, lalu plastik tersebut dibuang di tempat sampah. Jika diperhatikan, aturan larangan membuang ludah pinang sembarangan, saat ini hanya berlaku di rumah sakit dan bandara saja, sedangkan di tempat umum lainnya belum diberlakukan. Untuk itu sangat perlu dibuat peraturan daerah agar tidak boleh membuang ludah pinang secara sembarangan di tempat fasilitas umum/publik. Mengunyah sirih pinang sudah menjadi gaya hidup sehari-hari dan bagian dalam budaya Papua, tradisi ini perlu dilestarikan, namun yang perlu dihilangkan adalah kebiasaan membuang ludah pinang sembarangan.