Januari 16, 2021

Jumlah Warga Mimika berstatus OTG naik menjadi 79 orang

kabarmandala.com — Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menyatakan jumlah warga Mimika yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) terkait wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian bertambah banyak menjadi 79 orang, dari sebelumnya hanya 47 orang, dan kini sedang diisolasi. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemkab MimikaReynold Ubra di Timika, Jumat mengatakan bahwa dari jumlah itu sebanyak sembilan orang kini berada dalam periode isolasi atau karantina di fasilitas Wisma Atlet Mimika di Kelurahan Timika Jaya SP2, sementara sisanya melakukan isolasi mandiri di rumah.

Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah menjadi 11 orang kini menjalani perawatan pada tiga rumah sakit di Mimika, delapan pasien dirawat di RSUD Mimika, sementara tiga pasien dirawat di dua rumah sakit swasta di Mimika. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 22 orang.

“Dengan adanya peningkatan jumlah OTG maupun PDP maka sejak Kamis (2/4) malam sampai hari ini kami mulai melakukan tesdengan prioritas kepada OTG dan PDP yang melakukan isolasi mandiri di rumah,” katanya. Reynold mengatakan tim epidemiologi Dinas KesehatanMimika setiap hari melakukan kunjungan dari rumah ke rumah OTG dan PDP yang melakukan isolasi mandiri di rumah guna memantau perkembangan kesehatannya.

“Sebab mereka merupakan kelompok berisiko tinggi lantaran melakukan kontak langsung dengan pasien yang terkonfirmasi positif tertular COVID-19,” katanya. Lonjakan jumlah PDP maupun OTG di Mimika, kata dia, terjadi lantaran tim epidemiologi Dinkes setempat terus melakukan pencarian kontak orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif tertular COVID-19.

Ia menjelaskan untuk pasien 01, tim epidemiologi Dinkes Mimika telah menjaring sebanyak 32 orang yang melakukan kontak dengannya. “Pasien 01 ini sangat edukatif, dia melakukan isolasi mandiri sebelum dirawat di salah satu rumah sakit di Mimika. Niatnya baik, cuma tidak terlalu bijaksana karena melakukan isolasi di salah satu hotel di Timika. Mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien 01 sebanyak 10 orang, semuanya sudah diisolasi,” katanya.

Sementara untuk pasien 02 dan 03, katanya, memiliki hubungan kontak erat dengan seorang tokoh agama dari salah satu gereja di Timika yang menjadi peserta kegiatan keagamaan di Lembang, Bandung Jawa Barat pada 3-5 Maret 2020. Tokoh agama tersebut sudah meninggal dunia pada 16 Maret di Timika dan dikebumikan pada 19 Maret.

Tim epidemiologi Dinkes Mimika telah menelusuri orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien 03 dan ditemukan sebanyak 36 orang. Mereka tersebar mulai dari Mapurujaya, Ibu Kita Distrik Mimika Timur hingga di Kota Timika.

“Kami sudah telusuri pasien 03 ini pernah melakukan kontak dengan siapa saja. Empat orang dalam rumahnya kami tetapkan dalam status PDP. Di klinik pertama yang dikunjungi tanggal 22 Maret di Jalan Budi Utomo Timika kami tetapkan lima orang status PDP dan enam orang status OTG,” katanya.

“Sementara di salah satu klinik Jalan Yos Sudarso yang dikunjungi pasien pada25 Maret, kami tetapkan empat orang sebagai PDP dan tiga orang sebagai OTG,” tambahnya. Tidak itu saja, warga Mapurujaya yang melakukan kontak erat dengan pasien 03 juga masuk dalam status PDP sebanyak dua orang, OTG dua orang dan ODPdua orang. Adapun jumlah warga Mimika yang saat ini diisolasi di Wisma Atlet sebanyak 20 orang, di mana dua orang di antaranya merupakan warga yang dievakuasi dari Ilaga, Kabupaten Puncak pada Selasa (31/3), demikian Reynold Ubra.