Desember 4, 2020

Kabid Humas Polda Papua : Penindakan Tim Gabungan TNI-Polri Tewaskan 1 Anggota KKB di Intan Jaya

Kabarmandala.com – Pasca insiden penembakan, aparat keamanan TNI-Polri menyatakan bahwa para korban adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal bahkan menyebut informasi soal penembakan Katekis Katolik dan seorang anak di bawah umur tidak benar atau sebuah hoax.

Kamal menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya adalah adanya kontak tembak antara tim gabungan TNI-Polri dengan KKB pimpinan Sabinus Waker, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berada di Intan Jaya.

“Atas kejadian tersebut 1 orang dari KKB meninggal dunia atas nama Rufinus Tigau dan 2 orang anggota KKB lainnya berhasil diamankan anggota gabungan dalam keadaan hidup,” jelasnya.

Menurut Kamal, tim melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku karena melakukan perlawanan. Ia juga menyebut jumlah anggota KKB ketika itu diperkirakan berjumlah 50 orang.

Kamal menjelaskan bahwa anggota KKB yang meninggal dunia dan dua orang yang diamankan tersebut, terlibat dalam penembakan tim TGPF yang dipimpin Benny Mamoto pada tanggal 9 Oktober 2020 lalu.

“Hasil penyidikan tim membawa petunjuk lokasi persembunyian 50 orang KKB kelompok Sabinus Waker. Dimana tepat setelah penindakan, beredar narasi penembakan terhadap remaja katekisan,” ujarnya.

Kamal menyatakan, diksi katekisan digunakan oleh KKB untuk menggiring opini berbasis agama. Padahal, menurutnya, setelah dikonfirmasi pihak keluarga korban menyatakan remaja itu telah dengan sukarela bergabung dengan KKB.

“Pada penyerangan tersebut, remaja dipersenjatai mirip seperti strategi perang di Sudan. Kelompok pemberontak akan mengkader anak di bawah umur dan dipersenjatai untuk dibodohi menjadi tameng hidup saat terjadi penindakan,” ujarnya.