Februari 26, 2021

Kapolda Papua Ingatkan Anggota Tidak Arogan saat bertugas

kabarmandala.com — Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw meresmikan enam Markas Polisi di wilayah hukum Polda Papua, Sabtu (28/12). Satu dari enam markas yang diresmikan merupakan Mapolres Puncak Jaya. Adapun enam markas polisi yang diresmikan yakni, Markas Polres Puncak Jaya, Markas Polsek Perbatasan Bupul, Markas Polsek Jair, Markas Polsek Wamena Kota, Markas Polsubsektor Meosmangguandi dan Markas Polsek Biak Kota.

Selain meresmikan enam markas polisi, Kapolda Waterpauw juga meresmikan empat rumah dinas pejabat Polri serta sebuah Mes Perwira Polres Jayawijaya. “Hari ini ada 11 bangunan yang saya resmikan untuk meningkatkan pelayanan,” kata Waterpauw, Sabtu (28/12).

Waterpauw membeberkan, pembangunan fasilitas Polri di lima Satuan Kerja (Satker) ini telah menelan Rp49,7 miliar dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Nominal ini cukup besar untuk membangun sarana perkantoran.

“Secara langsung atau tidak langsung, angaran ini merupakan hasil dari kewajiban masyarakat dalam membayar pajak dan kewajiban pembayaran lainnya yang dikumpulkan oleh negara. Hal ini mengandung arti bahwa apa yang telah diserahkan masyarakat kepada Negara harus dapat dikembalikan oleh setiap personel Polri dalam bentuk jasa pelayanan yang prima,” terangnya.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh anggota di jajarannya agar tidak arogan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi sampai mengecewakan masyarakat dalam memberikan pelayanan. “Sebagai pemimpin di tingkat Polres, Polsek maupun Polsubsektor agar peka melihat situasi di wilayahnya, terutama kebutuhan masyarakat pada saat berada dalam markas kepolisian. Misalnya, ketersedian toilet, tempat duduk dan penyediaan air minum,” tuturnya.

Hal ini, menurut Jenderal Kelahiran Fakfak, Papua Barat, dapat menjadi pemicu permasalahan baru jika diabaikan. Seperti yang terjadi di wilayah Polres Yahukimo hingga berujung penyerangan terhadap anggota.  “Ketika salah seorang masyarakat buang air kecil di dekat pos dan ditegur dengan keras oleh anggota. Selanjutnya terjadi peristiwa penyerangan penjagaan Polres dan pengeroyokan terhadap seorang anggota Brimob BKO,” tuturnya.

Waterpauw berharap kehadiran kantor yang baru bukan sekedar hanya untuk penampilan saja melainkan untuk peningkatan pelayanan masyarakat yaitu terwujudnya pelayanan prima di era reformasi ini. Dia pun menekankan kepada anggota agar menjadikan kantor polisi sebagai rumah bagi masyarakat dalam menyelesaikan setiap permasalahan. ”Peliharalah bangunan kantor ini, tingkatkan kinerja, hindarkan dari setiap tindakan, perbuatan, perkataan serta sikap yang kontra produktif dengan prinsip-prinsip pelayanan yang prima,” pesan Waterpauw.