Oktober 21, 2020

Kapolda Papua: Ingin Tunjukkan Eksistensi, Motif Penembakan KKB di PT Freeport

Kitorangpapuanews.com – Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengungkap motif kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembak pekerja PT Freeport Indonesia pada Senin (30/3/2020). Paulus mengatakan, KKB tersebut ingin mendapatkan pengakuan dari masyarakat. “Indikasi penembakan ini jelas bahwa mereka ingin menunjukan eksistensi mereka,” kata Paulus didampingi Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab di Timika, Selasa (31/3/2020).

Paulus mengatakan, KKB berisi sekumpulan pengangguran yang memiliki senjata api. Hal itu, kata dia, membuat mereka melakukan kejahatan dan meneror masyarakat. “Kemudian ingin menunjukan kelompok mereka punya kemampuan dan kekuatan, tapi malah mengorbankan masyarakat sipil,” ujar Paulus. KKB yang menembak pegawai PT Freeport Indonesia itu telah terpantau di wilayah Kali Kopi dalam beberapa hari terakhir. Tapi, aparat keamanan kesulitan mengantisipasi karena KKB lebih menguasai jalur tikus untuk masuk ke perkotaan

“Ini yang akan menjadi antisipasi kami ke depan untuk memperketat pengamanan di sekitar kota,” kata Paulus. Sebelumnya, KKB pimpinan Joni Botak menembak tiga karyawan PT Freeport Indonesia di area perkantoran di wilayah dataran rendah, Kuala Kencana, pada Senin (30/3/2020) sekitar pukul 13.50 WIT. Joni Botak dikenal sebagai pimpinan KKB wilayah Kali Kopi, Mimika. Akibat insiden itu, satu warga negara Selandia Baru, Graeme Thomas Weal (57) dinyatakan tewas.

Sedangkan dua karyawan lainnya mengalami luka.  Jibril MA Bahar (49) mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kanan dan paha kanan. Sementara, Ucok Simanungkalit (57) mengalami luka tembak di siku sebelah kanan dan punggung.