Desember 5, 2020

Kapolda Papua: TNI-Polri Berhasil Tegakkan Hukum dengan menembak mati 5 Anggota KKSB

kabarmandala.com — Tim gabungan TNI-Polri dalam melakukan penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Timika, Papua cukup berhasil. Menurut Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, keberhasilan dalam penegakan hukum terhadap KKSB di antaranya penggerebekan di camp milik KKB pimpinan Seltius Waker dan Gunung Botak, di mana dalam aksi penggerebekan itu pihaknya berhasil menembak mati lima orang pentolan KKB serta mengamankan barang bukti senjata api laras panjang hasil rampasan pada 2014 silam di Pos Pol Kulirik Puncak Jaya.

“Dalam penggerebakan pada tanggal 9 dan 10 Aprli lalu kami berhasil menembak mati lima orang pentolan KKB lantaran melakukan perlawanan. Selain itu, kami juga amankan beberapa orang serta berang bukti hasil kejahatan,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam keterangan resminya, Kamis (16/5/2020) sore.

Ia memaparkan, satu dari lima orang yang ditembak mati yakni Tandi Kogoya memiliki catatan kriminal cukup banyak bahkan yang bersangkutan (Tandi Kogioya) diketahui merupakan komandan Bataliyon Kogap 8 Kemabu, Intan Jaya.

“Dia (Tandi Kogioya) baru bebas pada 18 Agustus 2019 setelah ditangkap pada 15 April 2018 di Nabire. Setelah bebas pun Tandi terlibat beberapa kasus penembakan di Intan Jaya yang menewazkan tukang ojek dan aparat kemanan di sana,” kata Kapolda Papua.

Sementara satu pentolan KKB yakni Indius Sambom alias Ivan Sambom yang diamankan, menurut Kapolda Papua, diketahui merupakan mata-mata sekaligus komandan logistik TPN-OPM di Timika. Bahkan dari hasil penyelidikan ditemukan fakta bahwa Indius Sambom alias Ivan Sambom juga mengaku sebagai komandan logistik TPN-OPM, hal ini sesuai dan dari keterangannya Ivan memberikan fasilitas tempat tinggal dan bahan makanan terhadap kelompok Abubakar Kogoya.

Lanjut Kapolda, selain mata-mata dan komandan logistik TPN-OPM, Ivan Sambom juga merangkap sebagai pegawai sekuriti PT Freeport, di mana dalam aksi penembakan beberapa waktu lalu di Kuala Kencana yang menewaskan satu warga negara asing (WNA), Ivan berperan penting dalam memberikan informasi kepada Abubakar Kogoya.

“Ia mengaku menyebutkan beberapa kali memberikan informasi kepada Lekagak Telenggen, Militer Murib, Abubakar Kogoya, Yunus Kobogau terkait informasi pergeseran pasukan maupun melaporkan update situasi posisi aparat keamanan.

Bahkan Abubakar Kogoya dan kelompoknya merupakan oknum TPN-OPM yang ikut terlibat atas penyerangan di Kuala Kencan sehingga menyebabkan satu orang WNA meninggal dunia serta dua orang karyawan lainnya mengalami luka serius,” ujar Paulus Waterpauw.

Dalam penegakan hukum tersebut, aparat keamanan berhasil menyita barang bukti antara lain satu pucuk senjata SS1V1 perampasan dari Pos Pol Kulirik Puncak Jaya, tanggal 4 Januari 2014. Satu pucuk senjata Ar 15 hasil rampasan dari Polsek Pirime Lanny Jaya, tanggal 27 November 2012.

Kemudian satu pucuk AK47 hasil perampasan dari pos polisi Kulirik Puncak Jaya tanggal 4 Januari 2014. Satu air sofghan, satu pucuk senjata rakitan, dua buah magasen, ratusan butir amunisi, 20 unit, dua HT, tiga bendara bintang kejora, busur dan anak panah, serta senjata tajam. Kapolda menegaskan aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap KKB di Papua untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pada masyarakat yang ada di Tanah Papua.