Oktober 30, 2020

Kapuspen TNI Sebut Tiap KKSB Mulai Bekerja Sama Satukan Tujuan untuk gagalkan PON dan Pilkada di Papua

kabarmandala.com — KKSB OPM memang sudah membuat berbagai macam ulah di awal tahun 2020 ini. Beberapa bahkan memakan korban jiwa baik dari petugas hingga warga sipil. Kini ada kabar terbaru dari KKB yang diduga akan mengancam agenda nasional.

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia ( TNI) angkat bicara terkait upaya Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKSB OPM) yang ingin menggagalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional ( PON) XX 2020 Papua. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi mengungkapkan TNI telah mengantisipasi menyusul adanya usaha penggagalan pesta multievent dalam negeri tersebut.

“Kita sudah antisipasi itu,” ujar Sisriadi kepada awak media di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Diberitakan, intensitas gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKSB OPM) di Provinsi Papua selama awal tahun ini terus meningkat.

Aksi penembakan terjadi di beberapa daerah, yaitu di Kabupaten Nduga, Intan Jaya, Mimika, Pegunungan Bintang, dan Keerom. Menurut Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Dax Sianturi, ulah KKSB OPM memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk menggagalkan dua agenda nasional yang akan dilaksanakan di Papua pada tahun ini. Agenda tersebut yaitu PON dan Pilkada Papua. Ia juga melihat saat ini antar KKB belum terhubung. Namun, mereka memiliki kesamaan tujuan sehingga beberapa kelompok melakukan aksi dalam kurun waktu yang singkat.

Masing-masing KKSB OPM , sambung Dax, memiliki ego yang cukup tinggi, sehingga beberapa kasus penembakan di Papua selama Februari 2020, terjadi dalam waktu yang berdekatan. “Mungkin agendanya untuk menggagalkan itu (PON dan pilkada). Belum tentu (antar kelompok) terkoordinasi juga, bisa jadi lebih pada solidaritas antar kelompok saja, jadi di sana bunyi di sini bunyi. Tentu persaingan diantara mereka tetap ada,” kata dia.

Namun, Dax mengakui bila saat ini antar KKB di wilayah pegunungan tengah Papua mulai menurunkan ego mereka dan cenderung mulai berkomunikasi. Hal ini terlihat dengan bergeraknya beberapa KKSB OPM menuju Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Bahkan aksi penembakan di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Senin (2/3/2020) lalu, ia anggap dilakukan oleh kelompok baru yang ingin menunjukan eksistensinya. “Kalau saya lihat mereka yang di pegunungan tengah nih mulai cair persaingannya, yang di Oksibil ini mau menunjukan eksistensinya,” kata Dax. TNI/Polri akan tetap berusaha menjaga situasi keamanan di Papua kondusif. Aparat, katanya lagi, akan tetap mengedepankan upaya persuasif dan tetap melakukan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang melakukan aksi kriminal.