Mei 11, 2021

Kasus DBD di Kaimana meningkat 2 bulan terakhir

kabarmandala.com —  Kasus demam berdarah dangue (DBD), mengalami peningkatan di Kabupaten Kaimana. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat selama periode Februari dan Maret 2020, sudah ada 46 kasus, dari sebeumnya hanya 10 kasus. “Data ini diperoleh dari RSUD Kaimana, dan telah dilaporkan ke Propinsi. Jadi kalau ada yang memberitakan lebih dari jumlah itu, mungkin keliru karena tidak semua pasien yang masuk didiagnosa terserang DBD,” kata Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Heny Monim.

Dia juga mengatakan dari jumlah itu kebanyakan anak anak yang terserang DBD. Jadi diharapkan kepedulian orang tua untuk terus memperhatikan pola makan, aktivitas anak saat bermain terutama pada pagi dan siang hari. Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular ( P2PM), Dinas Kesehatan kaimana Heny Monim.

“Nyamuk Aedes Aegypti ini menyerang tidak pandang usia, namun yang paling dominan diusia anak anak karena mungkin daya tahan tubuhnya lemah. Apalagi mereka yang aktif sehingga orang tua harus memperhatikan aktifitas bermainnya, terutama pada pagi dan siang hari,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia guna menekan tingginya kasus DBD, pihaknya telah melakukan pengasapan atau fogging, serta memberikan himbauan kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kami harap ada kesadaran dari masyarakat dalam menjaga kebersihan , karena pencegahan DBD tidak cukup hanya pengasapan atau fogging, namun yang dibutuhkan upaya bersama dalam mencegah meluasnya penyebaran nyamuk demam berdarah di Kaimana,” sebutnya. Dia juga diharapkan kepada masyarakat, misalnya anak atau keluarga ada gejala demam lebih dari satu hari segera dibawa ke RSUD, Puskesmas maupun Pustu, sehingga mendapatkan penanganan medis secara intensif.