Oktober 25, 2020

Kecam pembunuh pekerja olahan kayu

kabarmandala.com — Sejumlah kelompok paguyuban suku di Kabupaten Mimika, Papua mengecam keras dan mengutuk pelaku pembunuhan terhadap Sumarna, pekerja olahan kayu di kawasan hutan Kilometer 7 Jalan Trans Timika-Paniai pada Kamis (21/11) siang. Ketua Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu/KKJB Mimika Parjono di Timika, Jumat, mengatakan warga KKJB merasa kehilangan atas meninggalnya Sumarna, anggota Paguyuban Sunda di Kabupaten Mimika.

“Warga kami yang tidak tahu-menahu dan tidak pernah berbuat masalah dengan orang lain justru dibunuh dengan cara sadis oleh orang tak dikenal. Kami berharap pihak keamanan untuk segera mencari, menangkap dan memproses pelakunya, tidak boleh dibiarkan begitu saja,” kata Parjono. Ketua Kerukunan Sulawesi Selatan/KKSS Mimika Syamsuddin Baena Bandora.

Harapan serupa disampaikan oleh Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan/KKSS Mimika Syamsuddin Baena Bandora. “Kami merasa prihatin dengan kejadian ini. Kami minta pihak kepolisian agar bertindak adil, mencari pelakunya, jangan dibiarkan berlarut-larut. Kalau dibiarkan, mungkin besok orang lain lagi menjadi korban. Kami tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi. Kalau ada masalah, mari bicarakan baik-baik jangan main hakim sendiri,” kata Syamsuddin.

Syamsuddin mengatakan selama ini ada kesan jika korban pembunuhan bukan merupakan warga asli Papua maka pelakunya nyaris tidak tersentuh hukum. “Hukum di Timika selama ini terkesan tumpul kalau korbannya pendatang. Ini kenyataan. Ada banyak kasus pembunuhan dengan korban warga pendatang tidak terungkap. Makanya kami minta keadilan, siapapun pelakunya harus ditangkap dan diproses dengan seadil-adilnya,” ujar Syamsuddin.

Ia mengajak semua komponen di Mimika hidup bersama secara berdampingan dengan menjaga kedamaian dan situasi yang kondusif. Jika ada pihak-pihak tertentu yang mengetahui keberadaan pelaku, diharapkan agar memberitahukan kepada pihak kepolisian untuk dapat diproses.

“Situasi keamanan di Kota Timika selama ini cukup bagus, jangan lagi dinodai oleh perbuatan-perbuatan dari segelintir orang yang memang tidak menghendaki ada kedamaian di tengah masyarakat,” imbau Syamsuddin.

Ketua Kerukunan Sunda di Mimika Sofyan berharap semua pihak mengambil hikmah dari kejadian pembunuhan terhadap almarhum Sumarna tersebut. “Mudah-mudahan kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Mari kita pererat persatuan dan kebersamaan,” ajak Sofyan yang juga menjabat Wakil Ketua Pengadilan Agama Timika.

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Hari Katang mengatakan korban dibunuh oleh orang tak dikenal usai menarik kayu olahan dari kamp penampungan menuju pinggir Jalan Trans Timika-Paniai. “Kami akan meminta keterangan saksi-saksi terutama rekan-rekan kerja korban. Pada saat kejadian itu, memang tidak ada rekan kerja korban yang mengetahui, tapi betapapun sulitnya mengungkap kasus ini kami tetap berupaya maksimal,” kata Hari.

Hari menjelaskan kejadian pembunuhan terhadap almarhum Sumarna dilaporkan ke Polsek Kuala Kencana pada Kamis (21/11) siang sekitar pukul 13.30 WIT oleh keluarga korban melalui Kepala Kampung Mulia Kencana SP7 Syamsul Basri.

Tim Polsek Kuala Kencana bersama Tim Identifikasi Polres Mimika kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan selanjutnya mengevakuasi jenazah korban menuju kamar jenazah RSUD Mimika.

“Jenazah korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sebuah kali kering dengan luka-luka di bagian mulut, kepala bagian belakang, pinggang, jari tangan akibat sabetan benda tajam. Dengan melihat luka-luka pada tubuh korban, dimungkinkan pelakunya berjumlah lebih dari satu orang,” jelas Hari.

Adapun sepeda motor rakitan milik korban yang digunakan untuk menarik kayu olahan ditemukan di dekat posisi korban meninggal dunia. Barang-barang pribadi milik korban seperti sepatu, pakaian dan lain-lain tidak ada yang hilang.