Desember 4, 2020

Kejadian Penganiayaan Sopir hingga Tewas, Murni Kasus Kriminal,harus diusut tuntas jangan ada perbedaan.

kabarmandala.com — Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Frits Ramandey menyebutkan tindakan massa kepada sopir truk di Kabupaten Dogiyai, Papua, merupakan tindakan brutalisme. “Kejadian di Dogiyai merupakan kasus kriminal, oleh karena itu perlu tindakan hukum, guna memastikan perbuatan tersebut,” jelasnya, Sabtu (29/2) dalam keterangan pers di Timika.

Frits menyebutkan perlu dilakukan investigasi oleh Komnas HAM, karena terdapat korban yang dianiaya di depan anggota polisi, hingga meninggal dunia. Komnas HAM perwakilan Papua meminta semua pihak di Dogiyai ataupun di luar Dogiyai, menahan diri dan memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

Yus Yunus, sopir truk yang biasa membawa sembako di daerah itu, menjadi korban amuk massa yang terjadi di Jalan Trans Papua yang menghubungkan Kabupaten Nabire dan Paniai. Kelompok massa menduga Yus merupakan pelaku tabrak lari pengendara motor yang melintas pada jalan trans Papua, hingga akhirnya Yus menjadi korban amuk massa dan nyawanya tak tertolong.

Versi keluarga Yus Yunus menyebutkan Yus bukan pelaku tabrak lari, pengendara motor bernama Demianus Mote. Justru Yus menghindari pengendara motor yang jatuh dan terpental 15-20 meter karena menghindari tiga ekor babi yang melintas bersamaan di jalan tersebut.